- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Minta Jatah Solar, Tewas Dibantai Penjaga Proyek
Simbolon pun bertanya kepada Sinurat juga helper hingga sampai ke korlap Ashiong. Ashiong kembali menelpon tersangka Sutrisno alias Ten untuk mengecek di lapangan, ada orang luar yang minta minyak solar. Kemudian korban Romli berkomunikasi dengan tersangka Sutrisno alias Ten, dengan alasan diberikan selepas salat tetapi korban tetap memaksa minta minyak.
Tersangka Ten pun emosi dan mengambil senpi revolver rakitan berisi 4 butir peluru. Ten pun menghubungi rekannya, tersangka lain Supriadi, tersangka Jaka, untuk datang ke lokasi kejadian. Tersangka Iwan melajukan ketek, tersangka Adi membawa tombak dan parang. Mereka pun menjemput tersangka Ten dan Jaka, mereka 4 orang pun mendatangi korban di TKP.
Sesampainya di TKP pukul 12.00 WIB, tersangka Sutrisno alias Ten, langsung menembak korban 3 kali. Pelurunya mendarat di dada kiri, tersangka Jaka pun menombak pinggang kiri korban, tersangka Ten kembali menebas di tengkuk belakang. Akibatnya korban tewas mengapung di sungai, korban pun dikubur pakai alat berat eskavator. Setelah itu seluruh helper dipanggil tersangka Ten agar jangan membicarakan kejadian pembunuhan tersebut. Selanjutnya keempat tersangka kabur ke daerah Karawang, Jawa Barat.



