- PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
- Bencana Sosial akibat Bentrok Berdarah Terjadi di Flores Timur, Tiga Korban Tewas dan Tujuh Warga Terluka
- Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya TNI di 43 Lokasi, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Wapres Gibran Sampaikan Arahan Presiden Prabowo, Pembangunan Tol Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rakyat
- Wapres Gibran Tinjau Proyek Infrastruktur Sumsel hingga Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Pertama di Indonesia
Indikasi Perubahan Iklim Terdeteksi di Sumsel, Ancaman Gagal Panen dan Penyebaran Penyakit
# Musim Kemarau Telat, Curah Hujan Tinggi dan Cuaca Ekstrem
PALEMBANG, SIMBUR – Indikasi dampak perubahan iklim mulai dirasakan di Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu ditandai telatnya musim kemarau disertai curah hujan yang cukup tinggi dengan cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan dalam bulan ini.
Wandayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang sekaligus Koordinator BMKG Sumsel mengatakan, perlu kajian lebih lanjut terkait perubahan iklim, khususnya di Sumsel. “Karena perubahan iklim merupakan fenomena yang berkaitan multidisiplin ilmu dan saling memengaruhi,” ungkap Dayan, sapaan Wandayantolis kepada Simbur, Minggu (21/8).
Meski demikian, lanjut Dayan, perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di muka bumi, tanpa terkecuali di Sumsel. “Secara umum perubahan iklim di Sumsel terdeteksi dengan tren kenaikan suhu dan pola hujan,” terangnya.



