- Skandal Suap Fee Proyek Usai Pilkada 2024, Kejati Sumsel Tangkap Wakil Bupati Pali
- Sambut 443 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Palembang
- Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit, Bupati dan Wabup Mura Gelar Rakor
- PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan Indonesia
- Abpednas Raih 100 Ribu Anggota, Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Indikasi Perubahan Iklim Terdeteksi di Sumsel, Ancaman Gagal Panen dan Penyebaran Penyakit
# Musim Kemarau Telat, Curah Hujan Tinggi dan Cuaca Ekstrem
PALEMBANG, SIMBUR – Indikasi dampak perubahan iklim mulai dirasakan di Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu ditandai telatnya musim kemarau disertai curah hujan yang cukup tinggi dengan cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan dalam bulan ini.
Wandayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang sekaligus Koordinator BMKG Sumsel mengatakan, perlu kajian lebih lanjut terkait perubahan iklim, khususnya di Sumsel. “Karena perubahan iklim merupakan fenomena yang berkaitan multidisiplin ilmu dan saling memengaruhi,” ungkap Dayan, sapaan Wandayantolis kepada Simbur, Minggu (21/8).
Meski demikian, lanjut Dayan, perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di muka bumi, tanpa terkecuali di Sumsel. “Secara umum perubahan iklim di Sumsel terdeteksi dengan tren kenaikan suhu dan pola hujan,” terangnya.



