- Satu Korban Tewas dan Satu Warga dalam Pencarian akibat Banjir Bandang di Solok
- Tinjau Penanganan Karhutla di Habitat Gajah
- SMSI Sumsel Lantik Pengurus Delapan Kabupaten/Kota Masa Bakti 2026-2029
- Diguyur Banpres, OKI dan Muba Respons Penanganan Karhutla
- Pangdam II/Sriwijaya Lepas 4.000 Pelari Fun Run 5K dan Hadiri Pasar Murah
Indikasi Perubahan Iklim Terdeteksi di Sumsel, Ancaman Gagal Panen dan Penyebaran Penyakit
# Musim Kemarau Telat, Curah Hujan Tinggi dan Cuaca Ekstrem
PALEMBANG, SIMBUR – Indikasi dampak perubahan iklim mulai dirasakan di Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu ditandai telatnya musim kemarau disertai curah hujan yang cukup tinggi dengan cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan dalam bulan ini.
Wandayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang sekaligus Koordinator BMKG Sumsel mengatakan, perlu kajian lebih lanjut terkait perubahan iklim, khususnya di Sumsel. “Karena perubahan iklim merupakan fenomena yang berkaitan multidisiplin ilmu dan saling memengaruhi,” ungkap Dayan, sapaan Wandayantolis kepada Simbur, Minggu (21/8).
Meski demikian, lanjut Dayan, perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di muka bumi, tanpa terkecuali di Sumsel. “Secara umum perubahan iklim di Sumsel terdeteksi dengan tren kenaikan suhu dan pola hujan,” terangnya.



