- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Digitalisasi Transaksi Keuangan di Sumsel Masih Terkendala Sinyal
PALEMBANG, SIMBUR – Indonesia sering mengalami pasang-surut masalah ekonomi. Permasalahan itu menjadi hal yang lumrah. Meski demikian, hal itu juga dapat menjadi salah satu faktor ancaman bagi negara. Oleh karena itu, Bank Indonesia melakukan beberapa upaya agar dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
Gubernur Herman Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) sangat mendukung percepatan digitalisasi keuangan. Meski demikian, selama ini diakuinya digitalisasi keuangan di Sumsel ini masih kerap terkendala sinyal dari provider. Di samping kerap terjadi blankspot di beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumsel. Hal ini, kilah Gubernur, karena wilayah Sumsel yang memang luas sementara keberadaan BTS dari provider masih terbatas.
“Kalau bicara digital kita ini ada masalah sinyal. Provider sejauh ini membangun BTS untuk daerah yang ramai. Ini menjadi kendala tersendiri. Untungnya untuk ATM beberapa perbankan sudah menggunakan satelit tersendiri,” jelas Gubernur Herman Deru saat menyaksikan pengukuhan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel Erwin Soeriadimadja, dilanjutkan Side Event Presidensi G20 Leaders Talk Digitalization on Payment System di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (10/6).



