- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Digitalisasi Transaksi Keuangan di Sumsel Masih Terkendala Sinyal
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai US$150 Miliar pada 2030

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan, saat ini ekonomi digital Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru. Diharapkan akselerasi termasuk penguatan lisensasi yang lebih merata untuk memperkecil kesenjangan ekonomi antar wilayah. “Lebih dari 74 persen konsumen Indonesia berbelanja online,” ungkapnya.
Hal ini, kata Arsjad, memyebabkan transaksi meningkat. Potensi digital yang besar membuat perusahaan berbasis internet menjadi tren bisnis baru. “Saat ini Indonesia telah memiliki lebih dari 2300 starup baru. Bayangkan jika saat ini Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi hingga US$150 miliar pada tahun 2030,” ungkapnya.



