- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Ratusan Mahasiswa Geruduk Pengadilan, BEM: Universitas Tempat Belajar Bukan Sarang Predator Seksual
Sementara itu, Risky mahasiswa dari BEM Unsri dan Fakultas Ekonomi Indralaya mengatakan kepada Simbur, sampai saat ini para mahasiswa masih mengawal kasus asusila ini. “Bahwa kami di sini adalah aksi gerakan moral. Tidak ada orasi, tidak ada soundsystem, tidak ada aksi pendudukan seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Aksi ini, kata dia, sebagai bentuk support kami kepada korban. “Kami tahu posisi korban mentalnya masih down. Saya bersama Gubernur Fakultas Ekonomi dan FKIP dan fakultas terkait, sebagai bentuk kepedulian kami kepada rekan kami,” cetusnya kepada Simbur.



