Seluas 7 Hektare Hutan dan Lahan di Aceh Terbakar

JAKARTA, SIMBUR  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (10/10), pukul 19.30 waktu setempat. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan karhutla berdampak pada area seluas 7 hektare di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bener Meriah.

“Informasi dari Kepala Dusun Mina menyebutkan area terdampak terdiri dari lahan milik pemerintah seluas 2 hektara daerah dan sisanya milik masyarakat. Karhutla tersebut baru diketahui oleh warga pada saat api sudah membakar sekitar 1 hektare lahan kosong milik pemerintah daerah,” ujar Muhari melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (12/10).

Lanjut Muhari, upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Bireuen, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, masyarakat serta pelaku usaha setempat. “Koordinasi dengan perusahaan dilakukan guna pembukaan akses jalan sehingga memudahkan kendaran pemadaman mencapai lokasi kebakaran,” terangnya.

Berdasarkan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Bireuen, titik api telah berhasil dipadamkan. Setelah titik api berhasil dimatikan, petugas gabungan melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam. Petugas BPBD masih memutakhirkan total area terdampak pascapemadaman.

Terpantau pada pukul 18.00 WIB dari beberapa citra satelit dengan tingkat kepercayaan tinggi, seperti Landsat-8, SNPP, NOAA20, dan Terra/Aqua, tidak terpantau titik panas atau _hot spot_ di wilayah Aceh. Namun demikian, pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya upaya pencegahan karhutla yang dapat meluas.

Tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah sebagaimana diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Aceh, termasuk Kabupaten Bireuen, termasuk pada kategori mudah dan sangat mudah terbakar. Indikator tingkat kemudahan terbakar tersebut berlaku pada esok hari, Selasa (13/10). “Sedangkan pada pantauan cuaca, wilayah Kecamatan Juli berpeluang cerah dimana dapat memicu kemudahan kebakaran,” paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rekapitulasi sementara luas karhutla di Provinsi Aceh pada tahun ini mencapai 681 hektar.  Menyikapi potensi karhutla di wilayah Aceh, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Masyarakat bersama unsur terkait dapat melakukan patroli bersama untuk memantau atau mengantisipasi sejak dini karhutla yang mungkin terjadi. “Pencegahan sejak dini lebih baik dibandingkan saat api sudah meluas dan tidak terkendali,” tutupnya. (red)

 

 

Share This: