- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Seluas 20 Hektare Semak Belukar Hangus Terbakar
PALEMBANG, SIMBUR – Pasca kebakaran menghanguskan lahan rawa gambut seluas 4,5 hektare di dua kecamatan, yakni Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan dan Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara. Kebakaran terus meluas hingga sekitar 20 hektare lahan semak belukar, dengan titik hotspot di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.
Api merembet dengan kepulan asap pekat tersebut terjadi Rabu (28/7/21) sekitar pukul 15.00 WIB, satgas darat dan udara yang bejibaku hingga malam, baru memadamkan api sekitar 7 hektare, sisanya dilanjutkan esok paginya hingga api dapat dipadamkan.
“Petugas di lapangan terus bekerja sampai kemarin (Rabu, red) malam. Pemadaman kembali dilanjutkan secara manual, namun api belum sepenuhnya padam. Masih menyisir api kecil mengingat situasi rawa gambut yang serut,” ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel kepada Simbur, Kamis (29/7).
Saat dikonfirmasi, terkait helikopter waterbombing terus berputar di langit Pangkalan Balai Banyuasin sejak Rabu (28/7/21) siang, Ansori menegaskan kebakaran masih terus meluas di sejumlah wilayah juga seperti Banyuasin. “Iya helikopter waterbombing juga dikerahkan untuk memadamkan di wilayah Banyuasin, hingga Kamis (29/7/21) tepatnya di daerah Muara Padang Banyuasin. Kemudian dikerahkan juga melakukan pemadaman di daerah Pampangan, OKI. Tetapi untuk total luas wilayah yang terbakar belum masuk, belum tahu, berapa liter air yang digunakan juga belum dihitung ya,” timpalnya.
Sepanjang bulan Juli-Juni 2021, ini sudah 72 hektare lebih lahan terbakar dengan data terus berkembang. “Itu belum masuk semua, karena kebakaran di Pangkal Lampang OKI belum dihitung. Karhutla paling sering terjadi di wilayah Ogan Ilir, disusul Ogan Komering Ilir dan Muba,” tukas Ansori. (nrd)



