- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Patroli Karhutla, Kedepankan Upaya Pencegahan
MARTAPURA, SIMBUR – Meningkatkan pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Babinsa Koramil 15/Belitang II Kodim 0403/OKU Sertu Sungkono bersama Polsek Belitang II beserta perangkat Desa Sumber Harapan melakukan patroli dan pengecekan titik hotspot. Patroli digelar di Desa Sumber Harapan kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur, Rabu (21/7).
Babinsa Sertu Sungkono menjelaskan, kegiatan patroli dan pengecekan titik hotspot sebagai upaya pengendalian karhutla karena menurut informasi aplikasi Lancang Kuning dengan Sumber SB Parepare, Lapan Fire Hotspot -3°8’50”,104°51’7″,56,0m,117 ditemukan adanya titik api. Setelah dilakukan patroli pengecekan hotspot di seputaran ditemukan bekas lahan yang terbakar.
Selain melakukan patroli juga dilakukan koordinasi dengan masyarakat. Tim mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Barang siapa saja yang dengan sengaja membakar lahan dan hutan dapat dikenakan sanksi pidana. Jika terjadi karhutla segera lakukan koordinasi atau laporkan segera ke babinsa dan babinkamtibmas atau dengan aparatur desa,” ujarnya.
Dengan adanya patroli dan pengecekan titik hotspot lokasi yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat dipetakan. “Sebagai upaya pengendalian karhutla dengan mengedepankan upaya pencegahan yang harus dilakukan sejak dini, sebelum kebakaran terjadi,” tuturnya.
Lahan diketahui milik Nyoman Aditya (40) Alamat Desa Keli Rejo Kecamatan Belitang II. Luas lahan kurang lebih 1,5 ha dengan luas pemadaman 0,5 ha. Jenis tanah mineral vegetasi belukar. Asal api belum diketahui namun kondisinya sudah padam. (red/rel)



