Minim Jumlah Hakim, Turunkan Lima “Yang Mulia” saat Sidang Rasuah Masjid Sriwijaya 27 Juli 2021

PALEMBANG, SIMBUR – Majelis hakim untuk persidangan dugaan rasuah Masjid Sriwijaya Palembang sudah dibentuk. Menurut Juru Bicara PN Palembang Abu Hanifah SH MH, melihat kerugian negara yang begitu besar, maka majelis hakimnya terdiri dari 5 orang.

“Dengan 2 hakim karir dan 3 hakim adhoc. Insya Allah SWT sidang pertama digelar tanggal 27Juli 2021,” ungkap Abu Hanifah saat mendampingi Ketua Pengadilan Negeri kelas IA Palembang, Abdul Aziz SH MH bersilaturahmi dengan awak media di PN kelas IA Palembang, Jumat (16/7) pukul 09.00 WIB.

Pertimbangan sampai menurunkan 5 majelis hakim, kata Abu, ketentuannya karena jumlah kerugian negara di atas Rp 50 miliar. “Ketuanya Sahlan Effendi SH MH dan saya bersama 3 hakim lagi. Untuk jumlah kerugian seperti ini, sebelumnya di PN Palembang ada juga dengan jumlah 5 majelis hakim,” tukasnya.

Ketua Pengadilan Negeri kelas IA Palembang Abdul Aziz SH MH, didampingi juga Sekretaris Yetty Iriani Siregar SH MH mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah efektif terkait persidangan virtual di kala Pandemi Covid-19 ini termasuk pemberitaan. “Ke depan kami lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama pencari keadilan. Termasuk peningkatan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Terkait jumlah hakim di kelas IA Khusus Palembang, kepada Simbur ia menegaskan untuk sekarang jumlah hakim dan pimpinan baru 21 orang. “Jumlah ini masih minim, standarnya paling tidak 30 orang tenaga. Tapi itu tidak menjadi alasan, kami harus tetap bekerja keras. Karena apa pun ini pekerjaan kami,” cetusnya.

Abdul Aziz yang mengaku kali pertamanya bertugas di Palembang. Sebelumnya pernah di Aceh dan Padang. Menurutnya Kota Palembang, bersih, bagus dan warganya ramah tamah. “Mudah-mudahan saya bisa diterima di sini. Doakan kalau sebelumnya PN Palembang baik, ke depan bisa lebih baik,” tukasnya. (nrd)

Share This: