Sudah Enam Tersangka, Giliran Wakil Bupati Ogan Ilir Diperiksa Kejati Sumsel

# Dicecar 25 Pertanyaan, Terkait Dugaan Rasuah Masjid Sriwijaya

PALEMBANG, SIMBUR – Wakil Bupati Ogan Ilir (OI) AR dipanggil penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) sebagai saksi dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya. Sebelumnya, AR menjabat Kepala Biro Hukum Pemprov Sumsel.

Penyelidikan perkara terus bergulir. Kali ini Senin (28/6) sekitar pukul 09.00 WIB, penyidik memeriksa dan meminta keterangan AR juga seorang saksi lainnya. Selain AR, saksi SR selaku wakil ketua Divisi Hukum dan Admistrasi Lahan Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang juga dihadirkan.

Kasi Penkum Kejati Sumsel Haidirman SH kepada Simbur menegaskan, hari ini penyidik Pidsus Kejati Sumsel melakukan pemanggilan terhadap dua saksi, yakni saksi berinisial AR dan SR  terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

“Pemanggilannya terkait penetapan dua tersangka  kemarin berinisial MS dan AN. Periksaan dilalukan dari pukul 09.00 WIB, dengan saksi AR saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Pemprov Sumsel, berakhir pukul 13.00 WIB, dengan diajukan 25 pertanyaan,” ungkapnya.

Satu lagi saksi SR masih diperiksa, masih seputar dugaan perkara korupsi Masjid Sriwijaya Palembang, menggunakan dana hibah.  Perihal pemanggilan saksi lainnya, penyidik akan melakukan pemanggilan terkait orang-orang yang dianggap mengetahui seputar perkara dugaan tindak pidana korupsi ini.

“Untuk penambahan saksi, kami masih lakukan pemeriksaan. Bila ada kaitan 6 tersangka sudah kami tetapkan, bisa juga diperiksa. Kami akan lihat sesuai dengan alat bukti,” tukas Haidirman.

Diketahui, Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel menetapkan dua tersangka baru, dalam dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Sriwijaya di Jakabaring Rabu (16/6/21) sekitar pukul 17.12 WIB. Kedua tersangka baru ini, yakni eks Sekda Sumsel MS bersama tersangka AN, eks Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel.

Khaidirman SH menegaskan, MS dan AN ditahan dalam dugaan penyalahgunawaan jabatan dan wewenang dalam proyek pembangunan Masjid Sriwijaya ini.  “Yang mana tersangka berinisial MS kapasitasnya selaku tim anggaran pemerintah daerah atau TAPD. Sedangkan tersangka berinisial AN kapasitasnya Karo Kesra Sumsel, dalam aliran dana hibah proyek pembangunan Masjid Sriwijaya di Jakabaring,” terang Khaidirman.

Atas perkara ini tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel mengganjar kedua tersangka telah melanggar pasal 2 jo 18 UU No 20 tahun 2001 jo 55 KUHP Pidana, subsider pasal 3 jo pasal 18 no 20 tahun 2001 jo 55 ayat 1 KUHP.  Dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana kurungan.

Diwartakan sebelumnya, penyidik Kejati Sumsel Senin (31/5/21) sekitar pukul 10.00 WIB, telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang tersangka dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Jakabaring, di Gedung Kejati Sumsel.  Khaidirman SH menegaskan terkait pemeriksaan untuk melengkapi berkas-berkas perkara dugaan korupsi Masjid Sriwijaya Jakabaring ini. Ketiga tersangka yakni EH, SF, dan YA. Kejati Sumsel juga telah menetapkan DW sebagai tersangka. (nrd) 

Share This: