- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Awal Dibukanya Kembali Promosi Kebudayaan dan Pariwisata OKI
# Brand Pariwisata It’s OKI Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2021
KAYUAGUNG, SIMBUR – Brand pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir, It’s OKI masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021. Kabar tersebut diketahui dari surat panitia API 2021 nomor AJJ/AD/224/VI/2021 tanggal 14 Juni 2021 tentang Nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2021 (API 2021). Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir, Hj Arianti SSTP MM mengatakan, branding It’s OKI memang diunggulkan pihaknya saat mengikuti seleksi API 2021.
“Kalau saya sangat optimis sekali dalam kegiatan API 2021. Kalau memang pada waktunya mulai vote, karena branding ini punya kami sendiri. Bagaimana caranya kami vote dinas ini dan berkoordinasi dengan OPD lain. Tidak bisa dilakukan dinas (Budpar) sendiri,” ungkap Arianti, belum lama ini.
Dirinya berharap, kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten OKI akan lebih dikenal di Indonesia bahkan mancanegara. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan promosi dan pengembangan. “Harapan kami, dengan adanya branding ini, awal dibukanya kembali promosi kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten OKI sehingga bisa dikenal lagi baik nasional maupun internasional,” terangnya.
Arianti menambahkan, dengan tagline “Good to See”, branding “It’s OKI” diharapkan dapat mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata yang ramah protokol kesehatan di Kabupaten OKI. Menurut Arianti, dengan adanya branding tersebut, setidaknya menjadi terobosan tersendiri bagi Disbudpar Kabupaten OKI.
“Sebelumnya memang tidak ada (branding pariwisata). Diharapkan ke depan, dengan adanya branding ini bisa menambah inovasi, khususnya semua pegawai yang ada di dinas ini sendiri, termasuk masyarakat, sehingga kebudayaan dan pariwisata yang ada di OKI bisa lebih dikenal lagi secara luas,” ujarnya.
Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten OKI, M Kurniawan SE MM menjelaskan, destination branding It’s OKI merupakan turunan city branding Ogan Komering Ilir Mandira yang menjadi trademark kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati H Iskandar SE dan H Djakfar Shodiq. Filosofi branding It’s OKI diangkat dari kearifan dan budaya lokal serta potensi destinasi wisata Kabupaten OKI. “It’s OKI maksudnya inilah OKI dengan potensi budaya dan destinasi wisata lokal yang berdaya saing global,” ujar Ucok, sapaan M Kurniawan.
Hiro Kristianto Sianturi, Chairman of Anugerah Pesona Indonesia mengatakan, API 2021 merupakan penyelenggaraan untuk tahun yang keenam. Penyelenggaraan kali ini diikuti 136 kabupaten/kota mewakili 27 provinsi. “Belum ada perubahan dalam jumlah kategori dan nominasi yaitu 18 kategori dan 10 nominasi pada setiap kategori, sehingga total terdapat 180 nominasi,” terangnya.
Panitia mencatat, beberapa daerah yang semakin aktif dan giat mengirimkan usulan nominasi. Ini merupakan hal yang sangat menggembirakan karena sebagai pertanda bahwa banyak daerah yang semakin aktif dan giat dalam upaya membangun dan mempromosikan pariwisata kebanggaannya.
“Hal ini juga perlu mendapat apresiasi. Meskipun kondisi pandemi sedang melanda seluruh wilayah Indonesia tetapi pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata masih tetap aktif dan bersemangat menunjukkan kinerja terbaiknya,” ujarnya.
.Diketahui, selain It’s OKI, Kabupaten OKI (Sumatera Selatan), brand pariwisata lain yang masuk nominasi yakni Balikpapan Nyaman (Balikpapan, Kalimantan Tengah), Charming Banda Aceh (Aceh), Exotic Sundaland (Majalengka, Jawa Barat), Heart of Minangkabau (Solok, Sumatera Barat), dan Kemilau Pesawaran (Pesawaran, Lampung). Selanjutnya, Rising Kubu Raya (Kalimantan Barat), Siak the Truly Malay (Riau), The Heart of East Java (Malang, Jawa Timur), dan Spice Island Maluku (Maluku).(red)



