Klaim Angka Penyebaran Covid-19 di Sumsel Menurun

PALEMBANG, SIMBUR – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memuji keseriusan satgas penanggulangan covid-19 Sumsel yang dikomandoi Gubernur Sumsel H Herman Deru. Kerja kolaborasi yang dilakukan berbagai pihak tersebut menuai hasil positif. Angka penyebaran Covid-19 yang sebelumnya cukup mengkhawatirkan kini dapat ditekan. Termasuk juga angka bed occupansi ratio (BOR) yang kurang lebih tiga pekan lalu diatas 60 persen, mumpu ditekan hingga 42 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut, penurunan angka penyebaran Covid-19 dan BOR tersebut membuktikan satgas di Sumsel terus konsen dalam menekan laju perkembang Covid-19. “Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan satgas di Sumsel ini. Kami melakukan pengawasan karena sebelumnya Sumsel ini mengalami kecenderungan kenaikan penyebaran. Tapi berkat kerja keras bersama, kami mampu menurunkan angka tersebut,” kata Budi, Sabtu (22/5).

Dia mengajak, agar upaya pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut terus dilakukan dan diperketat. “Apalagi setelah libur hari raya ini. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setelah libur panjang biasanya ada kenaikan. Untuk itu, harus tetap bekerjasama dan tetap tegas,” tuturnya.

Termasuk juga memasifkan random testing atau pengetesan acak Covid-19 baik kepada penumpang maupun pengemudi angkutan. “Random testing Covid-19 ini harus dilakukan dengan baik sebagai upaya pencegahan. Langkah ini akan membuat penumpang dan pengemudi angkutan ini tahu jika kondisi tidak sehat, mereka belum bisa melakukan perjalanan. Ini sebagai edukasi agar masyarakat disiplin. Mudah-mudahan Sumsel dapat menjadi kontributor untuk pencegahan penyebaran Covid -19 secara nasional,” terangnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, kolaborasi semua pihak yang tergabung dalam satgas penanganan Covid-19 di Sumsel sangat baik. “Sekitar tiga minggu lalu, kami khawatir tingginya angka peningkatan Covid-19 di Sumsel. Lalu ditemukan juga varian baru Covid-19. Setelah adanya langkah yang dilakukan satgas, kami lihat, angka BOR di Sumsel turun signifikan dan saat ini 42 persen. Ini hasil yang sangat baik,” katanya.

Kendati upaya tersebut telah menunjukkan hasil yang patut diapresiasi, namun dia menekankan agar satgas tidak terlena. Sebab, saat ini masyarakat masih masih ramai melakukan arus balik pasca lebaran. “Instruksi Presiden, situasi ini tolong dijaga terus, tidak boleh kendor dan jangan sampai lengah. Kerjasama juga terus erat. Biasanya ada kenaikan setelah libur panjang ini,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, satgas nasional akan terus memantau perkembangan Covid-19 pascalibur panjang ini. “Jika mengalami kenaikan tentu kita harus waspada. Siapkan tempat isolasi, rumah sakit dan perlengkapan lainnya. Namun jika sampai petengahan bulan Juni nanti tetap stabil, bisa tenang,” paparnya.

Dia juga menargetkan agar daerah dapat serendah mungkin menekan angka penyebaran Covid-19 pascalibur panjang ini. “Berkaca dari tahun lalu, pasca lebaran penyebaran Covid-19  naik sampai 119 persen. Untuk tahun ini kami harapkan serendah mungkin dapat ditekan. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi teori pingpong. Saat ini pulau Sumatera dan lainnya merupakan zona merah dan orange, jangan sampai pulau Jawa yang sudah rendah ini kembali tinggi penyebarannya karena arus balik. Ini harus kita jaga bersama,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, satgas Covid-19  di Sumsel akan terus bertekad untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ini. “Kami telah bertekad untuk menekan angka covid 19 di Sumsel ini. Kami juga berterima kasih Menhub dan BNPB. Sebelumnya Mendagri yang memberikan perhatiannya. Kunjungan para Menteri ini bukan hanya sekedar meninjau tapi juga memberikan bantuan untuk pencegahan Covid-19 ini,” tegas Herman Deru.

Dia mengakui, sebelumnya sempat khawatir dengan tren peningkatan Covid-19 di Sumsel.  “Namun karena adanya kerjasama yang baik, Sumsel mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19  di Sumsel. Ini juga didukung oleh masyarakatnya yang sadar akan protokol kesehatan. Mudah-mudahan dengan sinergitas dan kolaborasi ini, masyarakat semakin disiplin prokes,” pungkasnya. (kbs)