- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Tetap Jaga Tali Kebhinekaan
PALEMBANG, SIMBUR – Sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia 1994-1996 Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengingatkan agar PPI di Belgia untuk selalu menjaga silaturahmi serta tetap merajut Tali Kebhinekaan. Hal ini disampaikan saat silaturahmi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), alumni dan masyarakat Indonesia di Belgia.
Adapun tema silaturahmi virtual tersebut yakni “Merajut Tali Kebhinekaan Pelajar, Alumni dan Masyarakat Indonesia di Belgia”. Kegiatan berlangsung di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin di Palembang, Sabtu (22/5). “Menjaga silaturahmi dan tali kebhinekaan sangat penting. Ini harus dijaga terus,” ungkap Dodi Reza yang juga alumni S-2 University Libre De Brussel Belgia.
Dodi menambahkan, agar para pelajar dan warga Indonesia di Belgia untuk tetap menjaga kesehatan ditengah wabah Covid-19 saat ini. “Terus jaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dr Dodi Reza yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia yang selalu memperhatikan pelajar dan warga Indonesia di Belgia. “Semoga silaturahmi ini terus terjalin baik. mMeski secara virtual namun banyak diskusi yang bisa menjadi manfaat untuk semua,” ungkapnya.
Pada kesempatan Silaturahmi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), alumni dan masyarakat Indonesia di Belgia secara Virtual tersebut juga diikuti Dirjen KemenLHK Bambang Supriyanto, Dosen Universitas Sebelas Maret Dimas Rahadian, NGO Belgium Prima Interpares dan beberapa narasumber berkompeten lainnya.(red/rel)



