- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tetap Jaga Tali Kebhinekaan
PALEMBANG, SIMBUR – Sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia 1994-1996 Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengingatkan agar PPI di Belgia untuk selalu menjaga silaturahmi serta tetap merajut Tali Kebhinekaan. Hal ini disampaikan saat silaturahmi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), alumni dan masyarakat Indonesia di Belgia.
Adapun tema silaturahmi virtual tersebut yakni “Merajut Tali Kebhinekaan Pelajar, Alumni dan Masyarakat Indonesia di Belgia”. Kegiatan berlangsung di Kantor Perwakilan Musi Banyuasin di Palembang, Sabtu (22/5). “Menjaga silaturahmi dan tali kebhinekaan sangat penting. Ini harus dijaga terus,” ungkap Dodi Reza yang juga alumni S-2 University Libre De Brussel Belgia.
Dodi menambahkan, agar para pelajar dan warga Indonesia di Belgia untuk tetap menjaga kesehatan ditengah wabah Covid-19 saat ini. “Terus jaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ucapnya.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dr Dodi Reza yang juga mantan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia yang selalu memperhatikan pelajar dan warga Indonesia di Belgia. “Semoga silaturahmi ini terus terjalin baik. mMeski secara virtual namun banyak diskusi yang bisa menjadi manfaat untuk semua,” ungkapnya.
Pada kesempatan Silaturahmi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), alumni dan masyarakat Indonesia di Belgia secara Virtual tersebut juga diikuti Dirjen KemenLHK Bambang Supriyanto, Dosen Universitas Sebelas Maret Dimas Rahadian, NGO Belgium Prima Interpares dan beberapa narasumber berkompeten lainnya.(red/rel)



