- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Segera Sebar Qari dan Qariah
MARTAPURA, SIMBUR – Upaya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mewujudkan Sumsel religius terus di gencarkan dengan menempatakan para qari dan qariah ke seluruh penjuru Sumsel. Ini sejalan dengan program satu desa satu rumah tahfidz yang sudah lama didengungkan oleh pasangan HDMY sejak tahun 2018 silam.
Gubernur Herman Deru menyebut penyelenggaraan STQH ini diyakIni akan menyuburkan tumbuhnya rumah tahfidz seantero Bumi Sriwijaya. “Sampai saat ini sudah berdiri 3.500 lebih rumah tahfidz di desa-desa tersebar di 17 Kabupaten/ kota di Sumsel,” ujar Herman Deru, Jumat (21/5) Malam.
Gubernur mengharapkan melalui event STQH Tingkat Provinsi yang digelar di Kabupaten OKU Timur Tahun 2021 kali ini akan melahirkan para qari dan qariah yang mumpuni dan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan rumah tahfidz di Sumsel. “Saya minta STQH harus bermanfaat melahirkan qari dan qariah yang nantinya dapat membagi ilmunya bagi para santri yang ada di rumah tahfidz di Sumsel,” tambahnya.
Lebih lanjut dia meminta para bupati/walikota untuk memfasilitasi para qari dan qariah dari masing -masing daerahnya, untuk diberdayakan agar ilmu seni baca Al Qur’an dapat ditularkan pada anak didik mereka di rumah tahfidz yang ada di desa-desa. “Target besarnya dari penyelenggaraan ini adalah menyeimbangkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama diiringi akhlak yang baik. secara formal nantinya yang menjadi juara 1 akan mewakili Sumsel pada MTQ tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu upati OKU Timur H Lanosin ST menyebut melalui STQH tingkat Provinsi Sumsel XXVI Tahun 2021 diharapkan kandungan Alquran dan Hadits bisa dipelajari dan dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui STQH ini kami harapkan kian menumbuhkan minat generasi muda untuk mendalami siyar Islam utamanya dalam mendalami kandungan Alquran dan Hadits sebagai pedoman hidup mereka dimasa yang akan datang,” tegasnya.
Enos menyebut tema yang diusung pada STQH kali ini merupakan upaya dalam mewujudkan masyarakat Sumatera Selatan yang madani, Rukun dalam Keberagaman,”. Meski digelar disaat masa pandemi, Enos yakin STQH akan berjalan dengan lancar dengan penerapan prokes yang ketat.
“Seharusnya pada pembukaan STQH ini dihadiri oleh 2.000 orang lebih. Karena pandemi kami batasi. Karena itu, kami tetap terapkan prokes yang ketat dengan membatasi peserta hannya 700 orang kafilah utusan 17 kabupaten/kota Se Sumsell yang hadir pada malam ini, ” tandasnya.
Pembukaan STQH Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2021 di OKU Timur ditandai dengan pengukuhan dewan juri serta pemukulan beduk oleh Gubernur dan Bupati OKU Timur. STQH kali ini direncanakan berlangsung satu pekan kedepan dengan mempertandingkan masing-masing cabang dengan memperebutkan trofi tetap dan piala bergilir dari Gubernur Sumsel.(red/rel)



