- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sejak Tim Beruang Dibentuk, Warga Merasa Aman
MUSI RAWAS UTARA, SIMBUR – Sudah 1,5 tahun atau 16 Oktober 2019 sampai sekarang, Polres Musi Rawas Utara berdiri untuk melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Lantas apa yang diperbuat khususnya bidang Satreskrim? Berikut tanggapan Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Dedi Rahmad Hidayat.
AKP Dedi sapaan Dedi Rahmad Hidayat mengatakan, sejak terbentuknya Polres Muratara, Kapolres membentuk tim Beruang yang memiliki arti “Bersama Polres Muratara Bangkit”. Slogan hampir sama slogan Pemkab Muratara yang disahkan di DPRD Muratara.
“Tujuannya sama, yang tadinya tidak ada jadi ada. Tadinya tidak aman jadi aman. Tadi tidak tertib jadi tertib. Tadi diharapkan sampai hukum belum sampai lapisan bawah, jadi bisa sampai ke bawah,” tuturnya.
Mantan Kapolsek Muara Kelingi ini mengatakan, satreskrim pastinya menjadi tugas utama yakni memberantas 3C (curas, curat dan curanmor). Dalam mengungkap suatu kasus pidana, sambung mantan Kapolsek Gandus ini, Tim Beruang melakukan tindakan secara persuasif hingga preventif.
“Ya, pelan-pelan mengungkap kasus yang dilaporkan. Ini sudah dirasakan masyarakat Muratara. Terkait kinerja Tim Beruang dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.
Selain 3 C, Satreskrim Polres Muratara juga menangani pidana khusus. Betapa tidak, Muratara memiliki banyak sumber daya alam (SDA) dan lokasi luas. Tentu saja, dimungkinkan ada melakukan tindak pidana. “Kami tidak pungkiri hal itu,” ucapnya.
Ditambahkan, pada April 2021, Polres Muratara memiliki satuan tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Baru-baru ini, kata dia, Satgas berhasil mengungkap kasus karhutla di Karang Jaya. “Kami berikan apresiasi pada anggota yang berhasil mengungkap kasus yang perdana se-Sumsel dan menjadi atensi Kapolres, Kapolda hingga Presiden RI. Kedepan, bukan berarti tidak lagi mengungkap kasus karhutla. Bila ada, ya diharapkan warga Muratara tidak lagi bakar hutan dan lahan,” terangnya. (red/rel)



