- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Cek Ida: Sehari Laba Bersih Rp2 Juta
# Pedagang Takjil Mengais Rupiah di Simpang Bukit Lama
Cek Ida atau Ida Manuha (50), salah satu pedagang makanan takjil rutin berjualan di Pasar Beduk Simpang Bukit Lama, selama bulan suci Ramadan 1442 hijriah. Cek Ida, persisnya berjual aneka sajian dan sop buah di dekat SMAN 10 Palembang, di Jalan Srijaya Negara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I.
Denni Andriyadi – Palembang
DITEMUI pada Jumat (23/4/21) sekitar pukul 16.00 WIB, Cek Ida, warga Perumahan Diamon, Tanjung Rawo, Kecamatan Ilir Barat I ini, sedang menunggu pembeli. Hanya dalam hitungan menit, para pembeli sudah mulai mendekat ke tempat ia berjualan. Sudah 11 hari ini Cek Ida berjualan, dengan ditemani putra ketiga dan sulung serta satu perempuan.
“Dari jam 3 sore (15.00 WIB) sampai jam 6 sore (18.00 WIB) kami jualan, ya buka puasa di sini. Kalau makanan paling banyak dibeli itu gorengan sama sop buah,” ungkapnya.
Cek Ida mengatakan makanan yang dijualnya terjamin, pasalnya kalau tidak habis sehari, tidak akan dijualnya lagi. ”Masih untung kok, kalau tidak habis juga. Ya sehari harus habis, dibagikan sama tetangga makanannya. Sehari keuntungan (laba bersih) rata-rata Rp 2 juta, kalau ramai bisa Rp 2 juta lebih, pernah juga dapat Rp 1,5 juta. Hari pertama itu yang ramai, dengan modal Rp 1 juta,” bebernya.
Perihal sajian, semua dimasaknya sendiri dan dikelola keluarga dengan dibantu anak-anaknya. “Buat sendiri tidak ada yang beli, karena bulan puasa ini terasa berkahnya. Kalau hari-hari biasa jualan sarapan pagi, alhamdulikah laris. Dulu warung nasi pagi sebelah sana, sewa pertahunnya Rp29 juta, terus naik Rp30 juta jadi pindah ke sini. Disini perbulan sewanya Rp1 juta, dari jualan bulan puasa ini lebih ramailah,” kata nenek dua cucu ini.
Dari berjualan, Cek Ida juga bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah. “Dua anak saya kuliah di keperawatan. Sekarang satu PNS di Palembang dan satu PNS di Kalimantan semua perawat. Nah yang ketiga sama bungsu ini masih SMK, ikut bantu jualan ibunya ini. Katanya enak jualan sajalah dari pada kuliah,” tukasnya kepada Simbur.
Terpisah Putri (31), juga pedagang makanan di Simpang Bukit Lama. Tidak berbeda dengan pedagang lain, yang menjual makanan takjil untuk berbuka puasa. Bulan puasa ini, hasilnya dari berjualan sangat membatu perekonomian keluarganya.
“Takjil dari kue, sayur, lauk pauk sama es buah yang banyak di beli. Sehari dapatlah untung Rp700 ribu, dengan modalnya Rp500 ribu,” ungkapnya.
Putri juga mengatakan semua takjil yang dijualnya dimasaknya sendiri. “Masak sendiri semua, sehari harus habis. Tidak bisa dijual lagi kalau tidak habis makanan ini. Kalau untuk menjaga jangan sampai sudah basi masih dijual,” tukasnya. (*)



