Seluas 8,3 Juta Hektare Rawan Karhutla

PALEMBANG, SIMBUR – Kasiops Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Ari Sudarsono, Jumat (19/3/21) memimpin rapat koordinasi terbatas Penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Sumsel.

Kondisi lahan dan kerawanan kebakaran di Provinsi Sumsel dengan rincian luas 8.370.281 Hektar. Dengan luas kawasan hutan 3.478.468 Hektar, luas lahan perkebunan 1.800.000 Hektar, luas lahan pertanian 752.000 Hektar.

Kemudian luas lahan lainnya 1.564.320 Hektar. Sedangkan luas lahan gambut 1.483.662 Hektar, yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan ilir dan Musi Rawas.

Rakor ini digelar di Balai Prajurit Korem 044/Gapo Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang. Hadir pada rakor,  Kadisops Lanud SMH, Karoops Polda Sumsel, Kepala BPBD Prov. Sumsel, Kepala Balai PPI dan Karhutla Prov Sumsel, Kadishut Provinsi Sumsel.

Kadisbun Sumsel, Kadistan dan TPH Prov Sumsel, Kasat Pol-PP Sumsel, Kepala Manggala Agni Sumsel, Ketua Gapki Sumsel, Ketua Aphi Sumsel, Para Danden Jarrem 044/Gapo, Pasiops Jajaran Korem 044/Gapo, Pasiops Yonif Raider 200/BN, Pasiops Yonif 141/AYJP

Kolonel Inf Ari Sudarsono mengatakan, pelaksanaan operasi Satgas Karhutla Provinsi Sumsel tahun 2021, telah disusun organisasi mulai dari Dansatgas hingga tingkat pelaksanan diantaranya Subsatgas Darat, Subsatgas udara, Subsatgas Gakkum, Subsatgas sosialisasi, Subsatgas doa dan Subsatgas di tingkat Kabupaten/Kota.

“Maka masing-masing Subsatgas harus pro aktif, dengan melaksanakan kegiatan nyata dalam penanggulangan Karhutla. Seluruh unsur Satgas harus all out dengan fokus pada pencegahan dan penindakan,”tuturnya.

Tugas Tim Satgas Gabungan adalah pencegahan bukan pemadaman, melalui tindakan menempatkan, menguasai dan mengamankan wilayah dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi bahaya Karhutla terhadap masyarakat, untuk mengubah prilaku bakar lahan dalam olah lahan.

“Sedangkan peran serta kementerian atau lembaga dan pelaku usaha, terkait dalam pencegahan Karhutla. Yakni fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat dan serius program desa peduli api dengan memfasilitasi masyarakat desa,” jelasnya.

Kasiops Kasrem juga menekankan, peran TNI-Polri yakni melakukan all out diseluruh unsur, dengan fokus pada pencegahan dan penindakan, terdepan dalam segala usaha yang bisa timbulkan titik api baik oleh oknum masyarakat maupun oknum dunia usaha.

“Lalu membantu mengawal semua program, agar fokus ke usaha pencegahan Karhutla dan menindak tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan usaha potensial menimbulkan api,” tegasnya. (red/rel)

 

Posted in TNI