Menhub Pastikan Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

BANYUASIN, SIMBUR – Mentri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Provinsi Sumsel H Herman Deru, Sabtu (20/2/21) pagi meninjau langsung, lokasi Pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat, di Kabupaten Banyuasin.

Dihadapan Menhub, Deru langsung menyampaikan paparan, terkait rencana pembangunan pelabuhan laut dalam Tanjung Carat.  Deru memastikan, bahwa lahan seluas 461 hektare yang disiapkan untuk pembangunan pelabuhan Tanjung Carat saat ini sudah berstatus clear and clean.

Menhub RI Budi Karya Sumadi mengatakan, sebelum mengarah kepada pembangunan pelabuhan tersebut, pihaknya saat ini memang terlebih dulu ingin, memastikan soal kepemilikan lahan, serta kedalaman dan sedimentasi di lokasi.

“Makanya hari ini kita ingin kunjungi tempat, yang akan dijadikan salah satu sub Pelabuhan di Indonesia yakni Tanjung Carat,” ujar Menhub.

Kunjungan tempat ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan, agar pelabuhan tersebut segera dibangun tahun ini, selesai tahun 2023. Jadi punya waktu sekitar 2 tahun untuk menyelesaikan semua proses pembangunan.

“Karena itu status kepemilikan tanahnya harus benar-benar beres. Kepemilikan tanah ini menjadi suatu kunci, supaya kita lebih confidence,” tambahnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru, dalam paparannya di hadapan Menhub RI menjelaskan secara detail bahwa terkait status lahan pelabuhan memang sangat penting.  Sejak tahun 2016 jelas HD, Kemeneterian Kehutanan (Kemenhut), sudah menetapkan Rencana Induk Pembangunan (RIP) terkait pembanguna pelabuhan tersebut.

Bahkan dalam Fisibility Study yang telah dibuat PT Pelindo, tanah ini termasuk area pengguna lain yang telah diberikan Kemenhut sesuai surat No : 806 Tahun 2014. Dimana terdata ada seluas 600 ha lahan yang kemudian dipotong untuk kebutuhan jalan, sehingga luas lahan bersih menjadi 461 hektare.

“Dan lahan itu tidak ada satu pun menggunakan tanah pihak lain. Ini semua milik Pemprov Sumsel seluas 461 hektare,” jelasnya.

Dengan status kepemilikan lahan yang jelas ini, ditambah kunjungan langsung oleh Menhub ke Tanjung Carat Banyuasin dan Tanjung Tapa Kabupaten OKI, Deru berharap impian masyarakat Sumsel untuk memiliki pelabuhan besar segera menjadi kenyataan.

Sesuai desain awal dalam RIP jelas HD, pelabuhan Tanjung Carat akan dibangun dengan draft kedalaman 12-15 meter. Jalan penunjang ke pelabuhan ini sejauh 7 Km juga sudah disetujui Kementerian PUPR bahkan sudah dilakukan pengerjaan permulaan di jalan tersebut.

Sementara jika menggunakan opsi kedua dengan draft kedalaman 5-6 meter harus dilakukan pelepasan kawasan hutan kembali, dan mengajukan permohonan kembali ke Kemenhut.

“Dalam rapat terakhir ada opsi kedua dengan draft kedalaman 5-6 meter. Kita  tentu ingin desain pertama karena  pemeliharaannya tidak mahal dibandingkan dengan draft 5-6 meter. Apalagi jarak opsi kedua ini masih jauh dengan laut lepas ini” jelasnya.

Terkait anggarannya yang cukup fantastis untuk pembangunan pelabuhan Tanjung Carat sesuai desain titik awal, Deru optimistis hal itu bisa disiasati dengan memodifikasi desain konstruksi. “Jadi titik lokasinya tetap disana (titik awal) desain konstruksinya saja yang diubah agar pemeliharaannya kedepan tidak mahal,” kata Deru.

Pelabuhan ini menurut Deru sangat diharapkan segera terwujud sehingga untuk melakukan ekspor kedepannya Sumsel tidak harus ke Bengkulu atau Pelabuhan Panjang  Lampung seperti yang selama ini dilakukan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Seprian Hari Setio, Direktur Public Private Partnerships (PPP) Bappenas Sri Bagus. Lalu Direktorat Jendral Perhubungan Laut Agus Purnomo, Direktur Utama Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Wahid Sutopo serta Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel.

Menhub Pastikan Dibangun Tahun Ini

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menegaskan, Pemerintah Pusat akan segera melakukan  pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang akan ditandai dengan ground breaking  pada akhir tahun 2021.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, layak tidaknya dibangun pelabuhan. Tadi saat meninjau lokasi, kita sudah ketemu satu titik dengan kedalaman kurang lebih 12 hingga 18 meter.  Kedua adalah jangkauan, ketiga tanahnya bisa dimungkinkan untuk dibangun pelabuhan. Semuanya itu sudah memungkinkan, oleh karenanyaInsya Allah bisa dilaksanakan tahun 2021 ini,” tegasnya.

Dalam pengerjaannya  proyek ini dikatakan Menhub, akan dilakukan investasi oleh pemerintah maupun swasta . “Tentu dalam minggu-minggu ini bersama pak Kemenko, nanti akan di koordinasikan dengan Bapenas, apakah pemerintah yang membiayainya, atau swasta. Kita ingin memastikan dibangun mulai 2021 ini selesai tahun 2023, oleh sebab itu pula kita harus merapatkan ini lagi,” pungkasnya.

Deru pun menyebut pada saat peninjuannnya dilokasi bersama Menhub Budi Karya Sumadi  telah ditemukan titik yang paling ideal, untuk dibangun Pelabuhan Tanjung Carat.

“Saya tadi menemani Pak Menhub memastikan, dimana titik lokasi pelabuhan yang sudah kita rencanakan dan kita rapatkan sebelumnya. Sampai beliau meyakinkan ada titik yang paling ideal yakni kedalaman 12 -18 meter di Tanjung Carat. Bahkan dari tepian pantai hanya berjarak 500 meter. Mungkin tidak ada alasan lagi pada bulan November 2021 akan di ground breaking,” ulas Deru.

Tinjau Pula Pelabuhan Tanjung Tapa

Usai melihat titik lokasi Pelabuhan Tanjung Carat, Deru bersama Menhub meninjau Pelabuhan Tanjung Tapa, di Kabupaten OKI, yang selama ini, sudah menjadi pelabuhan dan dikelola oleh pihak Swasta.

“Ada contoh keberhasilan pembangunan dermaga serupa, yang dimiliki pihak swasta. Bahkan lebih jauh lagi jarak kelautnya yaitu 3,1 kilometer, kita sudah lihat tadi. Artinya dengan tipikal tanah yang sama, ditambah jenis perairan yang sama, maka di Sumsel layak di bangun dengan segera pelabuhan Tanjung Carat,” kata Deru.

Turut dalam rombongan Menhub kali ini, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Seprian Hari Setio; Direktur Public Private Partnerships (PPP) Bappenas Sri Bagus.

Lalu Direktorat Jendral Perhubungan Laut Agus Purnomo; Direktur Utama Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Wahid Sutopo serta Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono, serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel. (red/rel)