Surveilans Virologi, Antisipasi Strain Virus Baru

JAKARTA, SIMBUR – Pemerintah berupaya mengantisipasi kemunculan strain virus baru Covid-19 dengan berbagai cara. Seperti mendukung semua penelitian terkait Sars Cov-2 maupun Covid-19 termasuk pengembangan vaksin dan antivirus hingga penguatan surveilans virologi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman 10 lembaga biologi molekuler lainnya berencana untuk melakukan lebih banyak pemetaan dan surveilans terhadap genome virus Sars Cov-2. Menggunakan metode “Whole Genome Sequencing” (WGS) terhadap sampel klinis dari berbagai daerah.

“Pemerintah berkomitmen melakukan penguatan surveilans virologi agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19. Hal ini merupakan aspek penting untuk memetakan sebaran jenis virus yang tersebar di Indonesia,” jelasnya belum lama ini.

Hal ini bermanfaat dalam mendeteksi potensi strain virus baru yang dapat berpengaruh dalam mekanisme penanganan Covid-19 yang sedang berjalan. Wiku lanjut mengedukasi masyarakat tentang cara kerja surveilans virologi.

Genome atau materi genetika dari suatu organisme seperti virus, bakteri atau seorang manusia yang terdiri dari DNA. Untuk DNA ini, antar sesama organisme misalnya pada sesama virus Sars Cov-2, struktur DNA-nya bisa berubah atau berbeda. Sehingga dapat mempengaruhi kemampuan menginfeksinya.

Para ilmuwan di laboratorium menggunakan prosedur whole genome sequencing (WGS) adalah suatu upaya untuk melihat urutan kode genetika. Pada umumnya terdapat 4 tahapan dalam proses WGS khususnya untuk mengidentifikasi virus Covid-19.

Pertama, yaitu DNA sharing atau pemotongan DNA. Yang mana dilakukan pemotongan molekuler pada DNA virus menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi agar dapat dibaca oleh mesin pengurutan DNA. Kedua, DNA barcoding atau pengkodean DNA. Yaitu pemberian kode atau tag, atau bisa disebut juga memberi barcode. Untuk mempermudah mengidentifikasi DNA virus.

Ketiga, whole genome sequencing yaitu proses memasukkan DNA dari beberapa samp virus ke dalam alat yang disebut whole genome squencer. Alat ini akan menggunakan barcode untuk melacak asal kepemilikan DNA tersebut.

Keempat, analisis data yaitu proses untuk membandingkan urutan DNA virus dan mengidentifikasi perbedaannya. Karena banyaknya perbedaan ini dapat memberi informasi bagaimana tingkat kedekatan strain virus dan kemungkinan memiliki kekuatan untuk menimbulkan gejala yang smaa pada manusia.

“Whole genome sequencing pada prinsipnya untuk memahami distribusi dan pola penyebaran virus dan memberi informasi mengenai karakteristik dari masing-masing isolat di tiap daerah, yang tentunya bermanfaat untuk penanggulangan dan pencegahan,” jelas Wiku.

Sementara itu, Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional merilis, kesembuhan harian di DKI Jakarta meningkat pesat, yakni mencapai 2.267 pasien sembuh. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan sehari sebelumnya yaitu berjumlah 1.649 kasus. Dengan tambahan pasien sembuh per 2 Januari 2020 ini, kesembuhan kumulatif di ibukota mencapai 168.703 kasus dan masih menjadi yang tertinggi secara nasional.

Jumlah pasien sembuh Covid-19 secara kumulatif nasional hingga hari ini bertambah 7.582 orang, yang juga merupakan angka kesembuhan harian tertinggi, sehingga kesembuhan total menjadi 625.518 orang atau persentasenya meningkat menjadi 82,5%. Jumlah tersebut termasuk juga penambahan pasien sembuh harian sebanyak 7.582 orang.

Sebaran daerah secara urutan kesembuhan harian, tertinggi pertama dicatatkan DKI Jakarta dan diikuti Jawa Tengah urutan menambahkan 924 kasus dan kumulatifnya mencapai 55.903 kasus. Urutan ketiga Jawa Barat kedua tertinggi menambahkan sebanyak 916 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 72.914 kasus.

Sulawesi Selatan hari ini urutan keempat menambahkan pasien sembuh sebanyak 847 kasus dan kumulatifnya mencapai 28.168 kasus. Diikuti urutan kelima di Jawa Timur dengan 799 kasus dan kumulatifnya masih urutan kedua mencapai 73.737 kasus.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif, hari bertambah sebanyak 7.203 kasus secara nasional. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, berjumlah 758.473 kasus. Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini menurun menjadi 110.400 kasus dan persentasenya juga terus turun menjadi 14,6%.

Sebaran daerah secara urutan harian, DKI Jakarta yang tertinggi sebanyak 1.894 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi menjadi 187.585 kasus. Kedua harian berada di Jawa Barat menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.167 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 86.250 kasus.

Ketiga harian ada di Jawa Tengah sebanyak 971 kasus dan kumulatifnya mencapai 83.584 kasus. Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 723 kasus dan kumulatifnya masih urutan kedua mencapai 85.762 kasus. Kelima di Sulawesi Selatan menambahkan 590 kasus dan kumulatifnya mencapai 32.187 kasus.

Untuk pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 226 kasus dan kumulatifnya mencapai 22.555 atau 3,0% dari pasien terkonfirmasi. Secara urutan harian, tertinggi berada di Jawa Tengah urutan kedua harian dengan menambahkan 86 kasus dan kumulatifnya masih urutan kedua, menembus angka 3.686 kasus. Jawa Timur urutan kedua dengan menambahkan pasien meninggal sebanyak 59 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi menembus 5.959 kasus.

Ketiga harian di DKI Jakarta menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 3.316 kasus. Sulawesi Utara hari ini menempati urutan keempat harian dengan menambahkan 12 pasien meninggal dan kumulatifnya mencapai 322 kasus. Dan Riau urutan kelima menambahkan 6 kasus dan kumulatifnya mencapai 592 kasus. Sedangkan Jawa Barat dengan jumlah kumulatifnya masih di urutan keempat sebanyak 1.176 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 1 kasus.

Selain itu, laporan data hasil uji pada 510 laboratorium jejaring per 2 Januari 2021, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 33.530 spesimen dan kumulatifnya 7.429.489 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 24.379 orang dan kumulatifnya 4.964.525 orang.

Sementara jumlah negatif Covid-19 dari hasil periksa, per hari ini sebanyak 17.176 orang dan kumulatifnya 4.206.052 orang. Selain itu per hari ini jumlah suspek tercatat ada 69.619 kasus. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.(red/rel)