Ada 77 Gunung Api Aktif di Indonesia Ancam Dunia

PALEMBANG, SIMBUR – Sebanyak 77 gunung api aktif ada di Indonesia, dan dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya tahun 2020. Ada 20 gunung api statusnya diatas normal, 9 diantaranya mengalami erupsi.

Berdasarkan lokasi 7 gunung api, status diatas normal berada di Sumatera dan Jawa. Sisanya 13 gunung api tersebar di Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara dan Maluku.

“Ada 9 diantaranya mengalami erupsi umumnya letusan abu, 3 ada di Sumatera, 3 di Jawa, 3 lagi di tersebar di luar. Yang perlu saya tekankan, walau pun gunung tersebut erupsi abu, hanya gunung yang highlight perlu diwaspadai,” kata Dr Ir Hendra Gunawan, Kepala Bidang Migitasi Gunung Api PVMBG.

Gunung api highlight atau diwaspadai ada 4, pertama yakni Gunung Sinabung di Sumut, yang pernah mengalami letusan abu setinggi 5000 meter dari puncak, bersamaan dengan semburan awan panas sejauh 3,5 meter kearah tenggara.

Sampai saat ini pembentukan kubah lava masih terus terjadi, sehingga masih berpotensi terjadinya awan panas letusan.

Kedua yang masih hangat, letusan 29 November 2020, di gunung api Ili Lewotolok, kabupaten Lembata, NTT. Letusan abu mencapai 4000 meter, dan letusan material pijar radisus 1 kilometer.

Ketiga di Gunung Semeru ini yang paling berbahaya, terjadi 1 Desember 2020. Telah mengeluarkan lahar kea rah tenggara sejauh 11 kilometer. Erupsi berupa alir lava masih terjadi.

Highligt keempat, Gunung Merapi DIY di Jawa Tengah, mengalami erupsi 11 kali, dengan tinggi bervariasi 1000-6000 meter di atas puncak. Dengan lutusan awan panas sejauh 2 kilometer kearah tenggara, Kaligendol.

“Kedepannya PVMBG melihat adanya peningkatan aktivitas gunung api aktif, akan melakukan monitoring dan perbaikan peralatan, serta terjunkan tim ke gunung siaga dan potensi erupsi. Kendati tidak jatuhkan korban jiwa selama tahun ini, namun berpotensi terjadinya pengungsian.” ungkap Dr Ir Hendra.

Kepala BNPB Let Jend Doni Monardo juga mengatakan dengan adanya erupsi gunung berapi, Gung Semeru, Gunung Ili Lewotolok di kabupaten Lombata, NTT, pihaknya mengapresiasi kepada kepala daerah, telah menyiapkan fasilitas pengungsian,

“Bagi usia rentan yang menjadi prioritas, apalagi di tengah pandemi. Termasuk balita dan ibu-ibu hamil memerlukan perhatian khusus kita semua. Kami juga menekankan pentingnya pencegahan dan ketangguhan keluarga, menghadapi resiko bencana, baik pribadi atau pun kelompok,” tanggap Doni. (nrd)