- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Patroli Terpadu, 822 Desa Rawan Karhutla
# Termasuk di Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (KLHK) Ir R Basar Manullang MM, mengatakan dalam kaleidoskop secara virtual, pada Selasa 29 Desember 2020 pukul 13.30 WIB. Dari hasil pematauan hot spot per 1 Januari – 28 Desember 2020, terpantau 114 titik api, sedangkan di tahun 2019, 449 titik, berarti ada pengurangan hot spot sebanyak 84,5 persen.
Luas karhutla terbakar di tahun 2020, seluas 296.757 ha, terjadi penurunan 82 persen dibanding di tahun 2019, mencapai 1,6 juta hektar lebih lahan terbakar. “ Tahun ini juga tidak ada asap lintas batas, secara politis sangat sensitif. Ini juga karena faktor dukungan cuaca. Sebagaimana disampaikan ke BMKG integrasi dari semua ini,” cetusnya.
Basar menyebutkan pihaknya melakukan upaya patroli terpadu untuk mencegah karhutla.”Dimana patroli terpadu ini, terdiri unsur Manggala Agni, TNI-Polri dan masyarakat. Dengan melakukan patroli di 822 desa, dengan 267 posko karhutla. Selain ada patroli terpadu patroli mandiri Manggala Agni di 776 desa rawan karhutla,” bebernya.
Dalam upaya mitigasi dan pencegahan terjalin kerjasama yang baik, dari BNPB telah melakukan TMC, yang hasil teknologi peningkatan curah hujan sangat tinggi. Di wilayah rawan Karhutla seperti di Riau, Jambi dan Sumsel.
“Solusi permanen tahun ini juga kita lakukan, dengan membuat masyarakat peduli api berkesadaran hukum. Baru 12 lokasi yang dibuat, dimana warga kita berikan pemahaman, pelatihan dan operasional di lapangan terhadap pencegahan dini karhutla,” ucapnya.
Ada pun upaya memadaman juga didukung penuh BNPB, yang melakukan water boombing di wilayah sulit dijangkau. “Pengendilan karhutla adalah masalah merah putih, negeri kita zero tanpa asap,” imbau Basar.
Kepala BNPB Let Jen Doni Monardo juga menegaskan Karhutla mengalami penurunan diwilayah dengan insensitas tinggi, seperti Riau, Sumsel, Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Karhutla tahun ini mencapai 300 ribu hektar luasnya. Jauh berkurang di tahun sebelumnya, mencapai 1,6 juta hektar, maka terjadi pengurangan sekitar 81 persen, dengan data baru sampai bulan November dan data bulan Desember masih menunggu,” beber Jenderal bintang tiga ini.
Kepala BNPB Let Jend Doni Monardo menyampaikan terimakasih akan kerja sama antara KLHK dengan BMKG, yang memberikan data potensi kekeringan dan awan, sehingga dapat melakukan TMC, untuk lahan yang kekeringan dapat dibasahi. Yang akan mengurangi kebakaran, sehingga kerja ini tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi kerja bersama.
“Khususnya dibantu TNI Angkatan Udara, yang selalu menyiapkan sejumlah pesawat, sudah rutin melakukan upaya bekerjasa sama dengan BPBD. Disamping itu juga, tim relawan darat, ada Manggala Agni, ada unsur BPBD dan para relawan, serta sudah banyak masyarakat peduli,” timbangnya.
Keperdulian dan kolaborasi pemerintah pusat, kota dan daerah pun terwujud dengan baik, sehingga berhasil menekan karhutla, yang dapat kita pertahanakan di tahun-tahun yang akan datang. (nrd)



