- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Jualan Iwak Tempalo, Omzet Rp70 Juta per Bulan
PALEMBANG, SIMBUR – Banyak usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dengan melakukan inovasi dan kreativitas, usaha masyarakat tentu akan kembali berkembang. Salah satu usaha yang booming selama pandemi yaitu budidaya dan berjualan ikan cupang (Betta splendes) atau biasa disebut dalam bahasa Palembang, iwak tempalo.
Beta, pedagang ikan cupang di kawasan Plaju mengatakan, harga ikan air tawar yang dijualnya itu paling mahal Rp2,5 juta dan paling murah Rp200 ribu. “Omzet per bulan sampai Rp70 juta. Lumayan untuk beli beras,” ungkap Beta, Rabu (16/12).
Dia menambahkan, untuk perawatan ikan cupang susah-susah gampang. Mulai ganti air hingga cari pakan. Dia mengaku telah membuka toko ikan di Lorong Pegagan Plaju. Komunitas Royal Betta Indonesia dan tokonya berdiri dari 2019 sampai sekarang. “Walaupun belum dapat hasil fantastis tapi pencinta ikan cupang lumayan banyak di Palembang,” ungkapnya.
Dikonfirmasi, Asisten I Pemrov Sumsel Bagian Pemerintahan dan Kesra Akmhad Najib mengatakan, Beta Fest Sriwijaya 2020 merupakan salah satu event yang memberikan peluang komunitas ikan cupang agar cepat berkembang dan mempunyai nilai tambah. “Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentu saja akan membuka peluang untuk UMKM lebih maju, apalagi di masa pademi ini,” ungkap Najib.
Menurut Najib, sekarang orang tidak lihat harga. “Kalau barangnya bagus, Pemprov Sumsel pasti mendukung agar mereka kembali bersemangat dalam berdagang,” ungkapnya. (rgs)



