- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Banjir Bandang di Muara Enim, Gorong-gorong Jalinteng Bakal Diperbaiki
PALEMBANG, SIMBUR – Belum lama peristiwa tanah longsor yang terjadi di lokasi penambangan batu bara ilegal, bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Banjir bandang terjadi di Dusun VI Desa Ujanmas Baru, Kabupaten Muara Enim pada 29 Oktober 2020. Sedikitnya 102 kepala keluarga (KK) terdampak dan 5 rumah warga roboh akibat bencana tersebut.
“Saat itu 28 Oktober huja deras dari siang sampai malam. Kemudian pada 29 malam sekitar pukul 01.00 Wib dinihari banjir melanda. Ada 102 KK yang terdampak. Rumah mereka terendam dan banyak barang yang tidak bisa diselamatkan,” jelas Plt Bupati Kabupaten Muara Enim, Juarsah saat mendampingi Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau lokasi banjir, Sabtu (31/10).
Juarsah mengatakan sangat mengapresiasi kedatangan Gubernur Sumsel Herman Deru yang langsung meninjau korban banjir bandang di daerahnya. Kesempatan itu tak disia-siakan Juarsah. Ia pun langsung meminta agar Gubernur Herman Deru memberikan perhatian khusus untuk membantu membangun gorong-gorong di aliran sungai tersebut.
Gubernur Herman Deru mengatakan, tidak perlu saling menyalahkan atas musibah yang sudah terjadi. Sebaliknya semua pihak baik Pemprov, Pemkab setempat dan masyarakat bersama-sama secepatnya mengantisipasi agar musibah ini tidak terulang. Caranya dengan segera membersihkan gorong-gorong yang menyeberangi Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera tersebut.
“Gorong-gorong itu dibangun tahun 1952. Sudah kecil sekali jadi tidak bisa menampung derasnya air yang masuk. Tahun depan kami anggarkan pasang box culvert yang permanen yang lebih besar jadi bisa menampung berapapun debit air. Antisipasi untuk sementara ini gorong-gorongnya itu, bersihkan dulu. Saya sudah instruksikan Balai Besar untuk melebarkan saluran itu,” jelas Gubernur
Meski banjir sudah surut, tambah Gubernur, dirinya masih dapat merasakan kesedihan warga yang terkena musibah. Karena itu, dia didampingi Plt Bupati Muara Enim Juarsah cepat menengok warga pasca terjadinya banjir bandang. “Saya minta warga tabah atas musibah yang terjadi. Tetap jangan tinggal salat dan tak perlu saling menyalahkan. Ke depan mulailah menjaga alam. Dengan begitu, alam pun akan menjaga kita,” imbaunya. (kbs)



