- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Rekrutmen Virtual, Lebih dari 465 Pelamar Ikut Seleksi Simbur
PALEMBANG, SIMBUR – Sedikitnya 465 berkas lamaran masuk ke manajemen redaksi Simbur saat rekrutmen yang digelar pada 25 Agustus—20 September 2020. Sebanyak 60 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka kini sedang mengikuti tes tertulis untuk mengetahui kompetensi sesuai dengan posisi yang dipilih pada setiap formasi. Adapun 60 pelamar yang maju pada tes tertulis terdiri dari posisi staf administrasi 42 orang, wartawan 10 orang, webdesigner/IT support 7 orang, dan redaktur 1 orang.
“Mengingat banyaknya pelamar hingga 20 September nanti, maka tahapan tes tertulis kali ini kami lakukan secara virtual melalui surat eletronik,” ungkap Muhammad Azhari, pemimpin umum Simbur, Minggu (6/9).
Apabila peserta lolos tes tertulis, lanjut Azhari, maka panitia akan menghubungi kembali untuk maju ke tahapan tes wawancara awal dan lanjut dengan waktu yang ditentukan. “Apabila tidak ada konfirmasi lanjut hingga lewat tanggal 20 September 2020 maka proses pelamar hanya sampai pada tes tertulis,” tegasnya.
Diketahui, sejak berdiri 2014, proses perjalanan Simbur tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selama itu pula, hampir 5.000 berkas lamaran masuk ke meja redaksi. Puluhan calon karyawan tetap pernah direkrut dan bekerja. Ada yang datang dan pergi itu biasa. Semua menjalani seleksi alam selain hasil penilaian kerja. “Simbur lebih selektif dalam melakukan rekrutmen sumber daya manusia (SDM) andal,” terangnya.
Pada medio Juli lalu, Simbur juga telah membuka peluang kerja yang diikuti hanya 95 pelamar. Sebelumnya pada Januari diikuti 365 pelamar. Julian, salah seorang peserta tes calon wartawan saat itu mengatakan, dirinya termotivasi mengikuti rekrutmen Simbur untuk mengembangkan teori jurnalistik yang dipelajarinya selama kuliah jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang.
“Selama kuliah saya mempelajari teori jurnalistik, bagaimana cara membuat berita dengan pola 5W+1H, bagaimana menulis berita dengan pola piramida terbalik,” ungkapnya.
Menurut Julian, ada dua faktor yang memotivasinya ikut seleksi Simbur. Terutama agar dirinya kembali memahami teori serta dapat terjun langsung ke lapangan. Julian mengaku, tamat kuliah jurnalistik, dia langsung bekerja sebagai pelayan restoran siap saji di Palembang. Setelah tidak lagi bekerja, barulah dia mengikuti seleksi calon wartawan.
“Motivasi melamar kerja sebagai wartawan, saya bisa mengimplementasikan teori yang saya pelajari di bangku kuliah. Itu yang pertama. Terus yang kedua, saya bisa mengembangkan lagi ilmu komunikasi. Sejak duduk di bangku kuliah saya hanya paham secara teori tapi praktiknya di lapangan belum tahu,” terangnya.
Peserta tes lainnya, Taufik Ramadan mengatakan, dia mengikuti seleksi desainer untuk mengembangkan ilmu yang dipelajarinya di lembaga kursus satu tahun. “Saya ingin mencari pengalaman. Selama ini saya belajar di kursus bidang desain grafis. Saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(tim)



