Belasan Provinsi Berpotensi Banjir, Lakukan Mitigasi Bencana di Daerah

# Banjir Rendam Kabupaten Landak dan Lima Puluh Kota

JAKARTA, SIMBUR – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terjadi bencana, khususnya banjir. Prediksi tersebut berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Mengingat, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir, kilat dan angin kencang berdurasi singkat hampir merata.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, prakiraan cuaca dengan kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia hingga Minggu (6/9). Adapun wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

“Melihat hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana,” ungkap Raditya melalui siaran pers, Minggu (6/9).

Dikabarkan, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terdampak banjir pada Sabtu (5/9) sejak pukul 15.00 WIB. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak.

Adapun masing-masing desa tersebut meliputi Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar. Kemudian Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

“Menurut laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang,” ungkap Raditya.

Akibatnya, lanjut dia, banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. “Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak,” ujar Raditya.

Di tempat berbeda, banjir juga terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (5/9) pada pukul 06.00 WIB. Banjir tersebut terjadi setelah Sungai Harau meluap karena dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi. Banjir terjadi di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Batu Payung di Kecamatan Lereh Sago Halaban. “Hasil pantauan melalui udara, beberapa rumah, ruas jalan dan area persawahan terendam banjir,” tutupnya.(red)