- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Palembang Termasuk 10 Kota Besar dengan Jumlah Kasus Kumulatif Tertinggi
Tim Pakar: Waspada Persebaran Covid-19
PALEMBANG, SIMBUR – Palembang masuk sepuluh besar kategori kota dengan jumlah kasus kumulatif Covid-19 tertinggi di Indonesia. Data tersebut diketahui dari hasil evaluasi Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada analisis mingguan periode 16 Agustus 2020.
“Hal ini menjadi evaluasi dan perhatian khusus bagi masyarakat kota besar untuk tetap waspada akan persebaran Covid-19 di daerahnya,” ungkap Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah di Jakarta, Rabu (19/8).
Dewi lalu menyampaikan jumlah kasus kumulatif tertinggi Covid-19 di Indonesia berdasarkan hasil analisis mingguan pada 10 kota besar di Indonesia periode 16 Agustus 2020. Dirincikannya, Surabaya dengan 10.800 kasus, Jakarta Pusat 7.535 kasus, Semarang 6.351 kasus, Makassar 5.938 kasus, dan Medan 3.172 kasus. Kemudian, Banjarmasin 2.374 kasus, Palembang 2.188 kasus, Jayapura 1.814 kasus, Depok 1.496 kasus, dan Denpasar 1.462 kasus.
Jika perkembangan angka kasus positif tersebut dianalisis berdasarkan insiden kumulatif per 100 ribu penduduk, lanjut Dewi, maka Jakarta Pusat menempati peringkat pertama nasional. Disusul Jayapura, Makassar, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Denpasar Palembang, Medan dan Depok.
Selanjutnya, Dewi menjelaskan, kecepatan laju insidensi kasus per 100 ribu penduduk di 10 kota besar yang telah dianalisis. Terdata Jakarta Pusat menempati posisi pertama, disusul Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Jayapura, Banjarmasin, Depok, Denpasar, dan Palembang.
Dewi memberikan tiga imbauan kepada masyarakat Indonesia terutama yang berada di perkotaan. Pertama, pahami bahwa kota merupakan poros segala aktivitas. “Masyarakat harus tetap menjaga kota mereka agar tetap dapat produktif dan aman dari Covid-19 dengan disiplin mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Dewi.
Kedua, waspada penularan di kota besar. Masyarakat harus berhati-hati dan pemerintah daerah harus adaptif dan memiliki kapasitas yang baik untuk merespons. “Terakhir dan paling penting, patuhi protokol kesehatan dengan tetap waspada dan disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Hal ini jadi kunci kekuatan kita dalam melawan Covid-19,” tutup Dewi.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 per 19 Agustus 2020 di Indonesia menembus angka 98.657 kasus. Dari 484 kabupaten/kota di 34 provinsi, jumlah suspek berada di angka 79.174 orang dengan 26.078 spesimen. Selanjutnya, konfirmasi positif 144.945 kasus dan meninggal 6.346 kasus.
Untuk penambahan kasus sembuh terbanyak di Indonesia per tanggal 19 Agustus 2020 berada di DKI Jakarta sebanyak 566 kasus sehingga totalnya mencapai 21.071 kasus. Urutan kedua berada di Maluku Utara dengan 458 kasus sehingga total kesembuhannya mencapai 1.493 kasus. Urutan ketiga berada di Jawa Timur dengan 444 kasus sehingga total kesembuhan mencapai 22.076 kasus.
Dari segi penambahan kasus positif baru, DKI Jakarta menyumbang terbanyak dengan 551 kasus sehingga totalnya menjadi 31.016 kasus. Urutan kedua penyumbang kasus positif yakni Jawa Timur dengan 335 kasus baru sehingga total kumulatifnya kini menjadi 28.886 kasus. Urutan ketiga penyumbang kasus positif yakni Jawa Tengah dengan 131 kasus baru sehingga total kumulatifnya kini menjadi 11.924 kasus.
Selanjutnya, kasus pasien meninggal Jawa Timur menjadi penyumbang terbanyak bertambah 19 kasus hingga mencapai 2.074. Urutan kedua DKI Jakarta dengan penambahan 18 kasus meninggal sehingga mencapai 1.032. (red)



