- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kasus Sembuh Meningkat, Pandemi Segera Terkendali
PALEMBANG, SIMBUR – Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional merilis, lonjakan pasien sembuh harian sempat terjadi di Provinsi Sumatera Selatan. Pada 14 Agustus 2020 terdapat penambahan pasien sembuh di Sumsel sebanyak 112 kasus.
Prof Dr Yuwono MBiomed, pakar virus sekaligus tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel mengatakan, peningkatan jumlah pasien sembuh di Sumsel menandakan bahwa pandemi dapat segera terkendali. Hal itu menurut Yuwono, dikarenakan imunitas kelompok tanpa gejala yang cukup tinggi.
“Ini kabar baik. Sudah saya sampaikan sejak awal bahwa pandemi kali ini ada kelompok tanpa gejala. Artinya mereka punya imunitas relatif kuat. Kesembuhan yang tinggi tersebut kebanyakan dari kelompok itu. Ini indikasi pandemi segera terkendali,” ungkap Yuwono, dikonfirmasi Simbur.
Diketahui, per tanggal 17 Agustus 2020 di Sumsel terdapat penambahan kasus sembuh 28 orang sehingga jumlah totalnya mencapai 2.627 kasus. Suspek 1.451 kasus, probable 249 kasus, kasus aktif 1.076. Jumlah konfirmasi positif hanya bertambah 1 kasus sehingga totalnya 3.910 orang. Sementara tidak ada penambahan meninggal sehingga totalnya 207 kasus.
Sementara, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 per 17 Agustus 2020 di Indonesia menembus angka 94.458 kasus. Dari 483 kabupaten/kota di 34 provinsi, jumlah suspek berada di angka 78.659 orang dengan spesimen 12.453 orang. Selanjutnya, konfirmasi positif 141.370 kasus dan meninggal 6.207 kasus.
Untuk penambahan kasus sembuh terbanyak di Indonesia per tanggal 17 Agustus 2020 berada di Jawa Timur sebanyak 416 kasus sehingga totalnya mencapai 21.255 kasus. Urutan kedua berada di DKI Jakarta dengan 209 kasus sehingga total kesembuhan mencapai 19.917 kasus.
Dari segi penambahan kasus positif baru, DKI Jakarta menyumbang terbanyak dengan 552 kasus sehingga totalnya menjadi 29.952 kasus. Urutan kedua penyumbang kasus positif yakni Jawa Timur dengan 336 kasus baru sehingga total kumulatifnya kini menjadi 28.239 kasus.
Selanjutnya, kasus pasien meninggal Jawa Timur dan DKI Jakarta sama-sama menjadi penyumbang terbanyak, masing-masing bertambah 14 kasus. Dengan demikian, total kasus meninggal di Jawa Timur mencapai 2.037 kasus dan Jakarta mencapai 995 kasus.(red)



