Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 2.966 Orang, Lebih Disarankan Hasil Pemeriksaan Swab daripada Rapid Test

# Kasus Aktif 1.430, Kasus Selesai 1.536 Orang

# Pasien Sembuh 1.398, Meninggal 138 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak merekomendasikan lagi penggunaan hasil rapid test untuk menentukan kasus konfirmasi positif Covid-19. Masyarakat disarankan agar menggunakan hasil pemeriksaan swab karena hasilnya dinilai jauh lebih baik.

“Kalau klaster rapid test masih sedikit, masih ratusan. Kalau seandainya perlu, bisa diadakan kembali. Namun saat ini, sehubungan hasil tes swab kita sudah baik dan sensitivitasnya tinggi, maka rapid test tidak disarankan. Kami lebih menyarankan hasil pemeriksaan swab. Mengingat hasil pemeriksaan swab laboratorium di Sumatera Selatan sudah baik. Penggunaan rapid test dilakukan di tempat-tempat tertentu di mana swab sulit untuk dilakukan,” ungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan, saat video conference, Sabtu (18/7).

Yusri menambahkan, bagi instansi yang pegawai atau karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19, tidak perlu untuk melakukan lockdown. “Untuk lockdown tidak perlu. Kami mengimbau siapa saja, bagi yang kontak (dengan kasus positif)  untuk melakukan isolasi sampai hasil labnya benar-benar clear dan negatif Covid. Kalau menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, dan  jaga jarak, tidak perlu khawatir tertular sekalipun rekan kita yang positif,” tegasnya.

Yusri memparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.966 orang. Ada penambahan 67 kasus baru pada Sabtu, 18 Juli 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 18 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 67 orang,” ungkap Yusri.

Menurut Yusri, penambahan kasus baru tersebut berasal dari Palembang 51 orang, Muara Enim 7 orang, Prabumulih 1 orang, OKU 1 orang, Banyuasin 6 orang, dan Pali 1 orang. “Jumlah kasus positif di Sumsel menjadi 2.966 orang,” ungkapnya.

Jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.536 orang (138 kasus meninggal ditambah 1.398 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 1.430 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 9.657 orang, selesai dalam pantauan 8.347 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.310 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 1.337 orang. Sebanyak 821 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 516 orang.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.398 orang. “Ada penambahan kasus sembuh 3 orang. Semuanya berasal dari Kota Palembang,” ungkapnya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 138 orang. “Ada penambahan 2 kasus meninggal pada hari ini. Berasal dari Palembang dan Banyuasin,” tutupnya.(kbs)