Rata-rata Sakit Ringan dan Sedang, Belum Ada Pasien Covid-19 di Sumsel yang Pakai Ventilator

# Jumlah Pasien Positif 1.779 Orang dengan 955 Kasus Aktif

# Kasus Selesai 824 Terdiri dari Sembuh 754 dan Meninggal 70 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Semua pasien Covid-19 di Sumatera Selatan dikabarkan masih dalam kategori sakit ringan dan sedang. Sedikit pasien mengalami sakit berat. Hingga saat ini belum ada pasien yang dirawat menggunakan ventilator. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.

“Semua kasus di Sumsel rata-rata kondisi ringan dan sedang. Sedangkan yang berat sedikit sekali. Belum ada yang pakai ventilator. Masih dalam kondisi kesehatan yang stabil,” ungkap Yusri, saat video conference, Minggu (21/6).

Yusri memaparkan, per 21 Juni 2020 jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 7.946 orang, selesai dalam pantauan 6.145 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.801 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 854 orang. Sebanyak 420 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 434 orang.

“ODP adalah orang yang mengalami keluhan ringan seperti batuk pilek tapi tidak mengalami peradangan paru-paru. Sementara PDP orang yang mengalami keluhan seperti ODP, ditambah peradangan paru-paru atau yang dikenal pneumonia,” terang Yusri.

Dijelaskan Yusri, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.779 orang. Ada penambahan 58 kasus baru pada Minggu, 21 Juni 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 21 Juni 2020 mengalami penambahan sebanyak 58 orang,” ungkapnya.

Penambahan itu, lanjut Yusri, berasal dari Palembang 40 orang, Muara Enim 11 orang, Banyuasin 5 orang, dan Pali 2 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.779 orang,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 824 (70 kasus meninggal ditambah 754 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 955 orang,” terangnya.

Lanjut Yusri, pasien dinyatakan sembuh berjumlah 754 orang. Ada penambahan kasus sembuh 3 orang. “Terdiri dari Banyuasin 1 orang, Lahat 3 orang, OKU 1 orang,” urainya sembari menyebutkan, kasus pasien meninggal 70 orang. “Ada penambahan 2 kasus meninggal dari Palembang,”  tandasnya.

Yusri mengimbau, kasus cenderung naik-turun, masyarakat tidak perlu cemas dan panik. “Sikapi dengan tenang. Pakai masker dan terapkan protokol kesehatan sehingga kita bisa keluar dari krisis. Bisa menghentikan penularan pandemi Covid-19 dan kembali pada aktivitas normal lagi,” imbuhnya.

Kasus yang meningkat, sambung Yusri, tak lepas dari pemeriksaan. “Tanpa pemeriksaan kita tidak akan tahu kasus itu ada atau tidak di sekitar kita. Boleh beraktivitas dalam bidang apa pun. Yang penting menerapkan protokol kesehatan. Produktif tapi aman Covid,” serunya.

Terkait PSBB, selorohnya, itu kebijakan pemerintah daerah. Untuk peningkatan kasus, gugus tugas selalu berkordinasi terkait indikator. “Kami terus monitor sehingga terjadi penurunan kasus,” kata dia seraya menambahkan, daerah yang berwarna hijau diartikan dalam tampilan peta bahwa kasusnya sudah sembuh semua. “Daerah di Sumsel semua ada kasus. Kalau dari hijau berubah jadi warna kuning berarti ada penambahan kasus baru. Jangan sampai daerah yang zona hijau menjadi kuning atau kembali ke merah lagi,” tutupnya.

Diwartakan Simbur sebelumnya, Prof Yuwono MBiomed, juru bicara lainnya pernah mengungkap Gugus Tugas harus memiliki data yang clear. Dilihat dari data, 75 persen pasien positif itu masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). “Intinya sesuai pola virus ini di seluruh dunia, pasien positif Covid-19 yang sakit berat atau kritis hanya dua persen,” pungkasnya.(kbs)