Gelar Pasukan, Siap Tanggulangi Karhutla di Sumsel

PALEMBANG, SIMBUR – Menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Satgas Polda Sumsel gelar pasukan. Apel berlangsung Jumat (12/6) pukul 14.00 Wib di lapangan depan Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM mengatakan, sebentar lagi akan memasuki musim kemarau. Hal itu akan ditandai kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah sumsel.

“Untuk menghadapi hal ini perlunya pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya di Polda Sumsel sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla di wilayah hukum Polda Sumsel,” ungkap Kapolda.

Kapolda menambahkan, ada 10 kabupaten/kota yang memiliki potensi terjadinya karhutla yaitu Palembang, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir. Selanjutnya, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Oku Timur, Lahat, Musi Rawas dan Muratara.

Kapolda menegaskan, langkah yang diambil untuk menanggulangi karhutla adalah dengan kesiapan Polda Sumsel dengan menggelar perlengkapan/kendaraan serta personel Satgas Karhutla. “Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan/kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran untuk segera dilakukan pemadaman,” harapnya.

Kapolda pun menambahkan, Polda Sumsel juga akan melakukan penyebaran maklumat, sosialisasi dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi sumsel. “Tentunya juga bersinergi dengan BPBD kabupaten/kota, babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah. Semoga ini dapat berjalan dengan maksimal sehingga Sumsel dapat terhindar dari bahaya Karhutla,” ujarnya.

Demikian upaya Form Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten OKI bersiaga menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunla) meski masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Penggunaan teknologi drone bakal dimaksimalkan untuk mengawasi titik rawan karhutlah di OKI.

“Sudah ada pemetaan titik rawan, sepanjang waktu kita akan awasi menggunakan drone khususnya wilayah rawan karhutla itu,” ujar Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, S.IK, M.Si saat menjadi Pembina apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan Antisipasi Karhutla di Kabupaten OKI Tahun 2020 di Lapangan Kantor Bupati OKI, Jumat (12/6).

Kondisi pandemi COVID-19, ungkap Alamsyah tidak mengurangi semangat penanganan dan pencegahan karhutla di OKI. Kapolres juga mengungkap upaya preventif akan dikedepankan dalam penegakan hukum karhutbunlah, namun demikian ungkap dia bukan berarti tidak ada tindakan tegas jika terjadi pembakaran hutan secara sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Jika masih ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar hutan dan lahan, kami tidak akan segan-segan untuk. memenjarakan,” tegasnya.

Alamsyah uja mengajak seluruh elemen untuk bersatu padu karena pencegahan dan penanganan karhutla ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen di Kabupaten OKI baik Forkompimda, perusahaan maupun masyarakat. “Harus sama-sama kita bahu-membahu, penanganan karhutla di Kabupaten OKI ini harus dilakukan dengan baik,” ajaknya.

Alamsyah juga mengingatkan agar seluruh ikhtiar pencegahan dan penanganan yang akan dilakukan agar diiringi dengan do’a kepada Yang Maha Kuasa. “Semua upaya harus diiringi dengan doa bersama, dimanapun berada baik secara individu maupun kelompok, sama-sama meminta kepada Allah agar kebakaran hutan di daerah kita dapat diminimalisir bahkan tidak ada sama sekali, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah,” tutupnya.

Seusai Apel, Forkopimda meninjau persiapan sarana-prasarana yang disiapkan oleh perusahaan yang ada di Kab. OKI sebagai bentuk partisipasi aktif mereka dalam upaya preventif Karhutla di Kabupaten OKI.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Dandim 0401 Muba, Kapolres Muba, Ketua DPRD dan, instansi terkait lainnya, menggelar Apel dalam rangka menyiapkan kesiagaan personel dan peralatan untuk penanggulangan dan pencegahan menghadapi kebakaran hutan, kebun dan lahan tahun 2020 di wilayah kabupaten Muba. Apel berlangsung Jumat (12/6) bertempat di Halaman Mapolres Muba.

Sebagai pemimpin dalam kegiatan apel tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Dalam Apel gelar pasukan pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan, kebun dan lahan, Wabup Muba terlebih dahulu melakukan pengecekan pasukan. Selain itu juga disampaikan dalam sambutan nya mengucapkan terima kasih atas inisiatif nya yang telah di fasilitas oleh Polres Muba.

Berdasarkan prediksi terakhir terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, diperkirakan kemarau di tahun 2020 di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin akan berlangsung mulai awal April hingga Oktober 2020, dengan kondisi suhu panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

“Adapun tingkat kebakaran di tahun lalu itu menjadi pelajaran untuk dalam menghadapi Karhutla di tahun 2020. Tidak menutup kemungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yang salah satunya faktor manusia. Nah ini, sebagai tantangan bagaimana proses pencegahnya kebakaran hutan. Kita harus dapat meminimalisir Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di wilayah Kabupaten Muba. Lakukan patroli mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa desa. Sering lakukan koordinasi yang lebih baik lagi, ketersediaan alat berat harus di siapkan sejak awal. Jika minim nya tingkat kebakaran itu terjadi maka dapat menjadi sebuah prestasi di Muba,” ungkapnya.

Ditegaskan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, mengatakan untuk kesiapan dan kesiagaan daerah dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun, dan lahan harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi.

“Sebagaimana sesuai rencana aksi yang dapat disimpulkan dari hasil Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri Pada Rabu 23 Januari 2019 Di Kantor Menkopolhukam RI di Jakarta yaitu, koordinasi pengendalian Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten. Yaitu mendorong penetapan siaga darurat lebih awal. Pengaktifan satgas, peningkatan upaya deteksi dini dan penyebarluasan informasi pengendalian, peningkatan patroli, pembuatan hujan buatan, peningkatan upaya manajemen gambut, peningkatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK menyampaikan ada 4 metode dalam penanggulangan Karhutla yaitu, lakukan pencegahan harus dapat merubah mindset masyarakat, pemadaman titik api dengan tepat dan baik dan tidak dilewatkan adanya penegakan hukum. Selain itu perangkat daerah harus dapat berperan aktif, menyiapkan alat berat, yang paling penting sumber air nya. “Bersama padamkan api, bentuk sinergitas yang baik dalam menanggulangi dan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kabupaten Muba,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD Muba Sugondo sebagai Wakil Rakyat akan mendukung dan memberikan suport penanggulangan kahutla dalam pendanaan anggarannya. “Kami juga akan turut membantu menjelaskan kepada masyarakat,” ungkap Sugondo.

Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos menambahkan, persiapan personel di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin. “Untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan.

Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos menambahkan, persiapan personel di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin. “Untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan. Mudah-mudahan dapat mengantisipasi lebih awal,” jelasnya.

Kepala Manggala Agni Operasi Daerah Muba Adi Nofriyansyah turut menjelaskan pihak menjelaskan tetap siap siaga seperti biasanya. Di tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ada program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) yang di mana kondisi sekarang masih hujan.

“Sudah bekerja sama dengan TNI, Polri dan juga masyarakat desa untuk melakukan pencegahan di daerah-daerah rawan. Potensi Kebakaran Hutan untuk di Muba berdasarkan hasil pantauan kami khusus daerah yang rawan akan kebakaran itu ada potensi,” pungkasnya. (rgs/wom/red)