- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Bertambah 11, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten OKI Jadi 23 Orang
# Ada 10 Transmisi Lokal dan 1 Kasus Impor
KAYUAGUNG, SIMBUR – Jumlah kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus bertambah. Berdasarkan data update Covid-19 pada Rabu malam (13/5), total 23 kasus positif di OKI.
Jumlah itu menyusul dengan adanya penambahan 11 orang yang dinyatakan positif. Mereka berasal dari Kecamatan Kota Kayuagung sebanyak 1 orang yang merupakan kasus impor dan 10 lainnya asal Kecamatan Mesuji sebanyak 10 orang adalah kasus lokal.
Bertambahnya jumlah kasus, lantaran semakin cepatnya alat uji di laboratorium kesehatan Palembang sehingga tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengetahui hasilnya. Ditambah kerja keras dari tim medis yang melakukan kontak tracing juga menjadi penentu deteksi awal. Semakin hari, semakin banyak yang dilakukan swab.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 OKI, Iwan Setiawan mengatakan sebanyak 257 sampel telah di ambil untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Dari kasus pertama kami sudah lakukan contact tracing. Jumlah sampel mencapai 257 sampel,” terang dia.
Penambahan kasus ini harap Iwan merupakan tanda menuju puncak pandemik. Saatnya nanti pasti akan menurun. “Karenanya dibutuhkan kerjasama dan kesadaran warga untuk melawan Covid-19,” pungkasnya.
Iwan mengungkapkan, Pemkab OKI melalui Gugus Tugas COVID-19 terus bekerja, bergotong royong. Berbagai upaya terus dimaksimalkan, termasuk berkolaborasi dengan Satgas COVID-19 yang ada di kecamatan. “Semuanya terus bekerja, secara bersama-sama melakukan berbagai upaya. Persoalan Covid-19 ini semata-mata bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan semua elemen juga untuk kompak melawan COVID-19 ini. Yaitu dengan cara mengikuti segala anjuran yang sudah dikeluarkan pemerintah,” kata dia.
Setelah adanya kasus lokal tambahnya physical distancing (menjaga jarak) sangat penting. Begitu juga imbauan lainnya, seperti rajin mencuci tangan, diam di rumah dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Tak kalah pentingnya, mari tetap saling mengingatkan (bahaya corona) dengan satu sama lainnya. Ini semua demi kebaikan bersama,” ajaknya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Alexander Bustomi menambahkan, kunci dari pengendalian COVID-19 adalah gotong royong dan disiplin bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan.
Gotong royong juga diwujudkan dalam bentuk aksi kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, baik dalam rangka melawan Covid-19 maupun bersatu mengurangi beban perekonomian masyarakat.
“Tidak hanya peduli mengatasi Covid-19, namun juga kepedulian agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar serta adanya berbagai bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Khusus Pemerintah Pemkab OKI pun juga sudah memulainya, melalui program Jaring Pengaman Sosial,” tambah dia.
Pihaknya berharap rasa kemanusiaan dan gotong royong turut ditunjukkan dengan terus membantu, tidak mengucilkan dan tidak memberikan stigma negatif terhadap tetangga yang terpapar Covid-19.
Sebaliknya dukungan moral, sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan diri penyintas Covid-19. “Mari bersama melawan Covid-19 ini dengan cara mematuhi segala anjuran. Manakala hal itu diterapkan. Insya Allah semua ini akan segera teratasi. Tetap waspada, ikuti anjuran dan mari bersama melawan Covid-19, dengan kompak kita pasti bisa,” tutup Alex.(wom)



