Penyakit Corona Sembuh Sendiri, Bayi 4 Bulan Dipulangkan ke Muara Enim

PALEMBANG, SIMBUR – Hal mengejutkan diungkap juru bicara Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri saat video conference, Senin (4/5). Menurut Yusri, Coronavirus merupakan penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease) dalam waktu sekitar tiga minggu. Karena itu, proses penyembuhan tidak menerapkan plasma darah tapi menggunakan metode pengobatan antiviral.

“Penyembuhan plasma darah belum diterapkan tapi menggunakan antiviral. Penyakit (Covid-19) ini termasuk yang sembuh sendiri (self limiting disease). Dengan pengobatan antiviral pertumbuhan virus lambat, imunitas orang makin kuat dan kesembuhan pasien lebih cepat,” ungkap Yusri.

Yusri menjelaskan, kasus kofirmasi sembuh pasien Covid-19 di Sumsel bertambah 7 orang pada 4 Mei 2020. Ketujuh pasien tersebut terdiri dari Prabumulih 3 orang, OKU 2 orang, Muara Enim 1 orang, dan Banyuasin1 orang. Sehingga, lanjut dia, jumlah konfirmasi sembuh di Sumsel sebanyak 43 orang, yakni pasien kasus 11, 27, 44, 56, 64, 92, dan 93. “Salah satunya bayi usia 4 bulan dinyatakan sembuh hari ini dan sudah dibawa ke Muara Enim,” ujarnya.

Selain kasus sembuh, tambah Yusri, jumlah pasien meninggal menjadi 5 orang. Dikatakannya, hari ini ada satu orang meninggal, yakni pasien 177 asal OKU Timur. “Meninggalnya sudah seminggu lalu tapi hasil pemeriksannya baru diumumkan sekarang,” terangnya.

Masih kata Yusri, pihaknya hanya mengumumkan kasus meninggal sebagai kasus Covid-19 yang berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. “Kasus meninggal sebelum ada hasil labor tidak kami umumkam karena itu mekanisme dari pusat,” jelasnya.

Yusri mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan masih tetap 185 orang. “Hari ini tidak ada penambahan kasus konfirmasi baru positif Covid-19 ,” ungkap Yusri.

Disampaikannya pula, total jumlah sampel yang diperiksa 1.151 orang, dengan rincian OTG 796, PDP 285, dan ODP 70. Sementara, sampel positif sebanyak 185 dan sampel negatif 190. Sampel masih dalam pemeriksaan 774.

“Kasus diperiksa memang tidak ada yang positif. Sampel yang keluar juga banyak, yang diperiksa banyak. Yang masuk dan keluar seimbang di range 700-an sehingga kesannya tidak bergeser,” jelasnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.210 orang, selesai dalam pantauan 3.236 orang, dan masih dipantau sebanyak 904 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 253 orang. Sebanyak 133 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 120 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 10 orana PDP,” ujarnya.

Terkait tiga warga negara Bangladesh yang dinyatakan positif Yusri membenarkan mereka anggota majelis tablig. “Jemaah tablig klaster Bogor. Sebelum ke Palembang mereka di Bogor. Sempat di Tanjung Barangan sebelum dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring,” tutupnya.(kbs)