- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 185 Orang, Termasuk 3 Warga Negara Bangladesh
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah 29 orang. Dengan demikian, jumlah kasus positif Corona di Bumi Sriwijaya per 3 Mei 2020 menjadi 185 orang. Hal itu diungkap juru bicara gugus tugas Covid-19 Sumsel, Yusri saat video conference, Minggu (3/5).
“Kasus konfirmasi baru positif Covid-19 per 3 Mei 2020 mengalami penambahan sebanyak 29 orang. Dimulai pasien nomor kasus 157 sampai 185,” ungkap Yusri.
Dijelaskannya, penambahan 29 orang tersebut berasal dari Palembang 15 orang, Banyuasin 5 orang, Lahat 1 orang, Ogan Ilir 1 orang, OKI 3 orang, OKU Timur 1 orang dan dari luar negeri 3 orang.
“Ada tiga orang dari Bangladesh. Dari 3 orang (warga negara Bangladesh) pertama dites hasilnya negatif tapi setelah PCR ternyata positif. Semua sudah dievakuasi ke RSMH Palembang,” terangnya.
Disampaikan pula, total jumlah sampel yang diperiksa 1.090 orang, dengan rincian OTG 744, PDP 276, dan ODP 70. Sementara, sampel positif berjumlah 185 dan sampel negatif 185. Sampel masih dalam pemeriksaan 720.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.167 orang, selesai dalam pantauan 2.577 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.590 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 243 orang. Sebanyak 130 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 143 orang. Dengan demikian, ada penambahan 9 kasus PDP.
Yusri menambahkan, kenaikan pesat jumlah pasien karena pihaknya telah meningkatkan kinerja pelacakan sejauh mungkin terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien. “Sebanyak mungkin dilakukan karantina. Kami meminimalisir kontak yang tidak terlacak. Kami berusaha melacak semua orang yang kontak erat dengan pasien positif,” tegasnya.
Dilanjutkan Yusri, kasus sembuh bertambah 7 orang sehingga menjadi sebanyak 36 orang. “Kasus sembuh berasal dari Palembang dan Lubuklinggau,” ujarnya.
Yusri menyebut pasien sembuh dengan nomor kasus 39, 82, 83, 84, 85, 86, dan 89. Untuk pasien meninggal, lanjutnya, belum ada penambahan. Menurutnya, jumlah pasien meninggal masih tetap 4 orang.
Sementara itu, sepekan lalu (Minggu, 26/4) Rumah Sehat Jakabaring Sport City (JSC) menerima 11 ODP, 8 orang dari Bangladesh dan 3 orang dari Srilanka. Menurut Pelaksana harian Rumah Sehat Jakabaring, Aufa Syahrizal WNA tersebut diketahui sebagai jemaah tablig yang datang ke Palembang untuk belajar dan memperdalam agama Islam. Mereka dikabarkan datang tiga bulan lalu. Rencananya mereka akan kembali ke negaranya. Karena negara mereka lockdown maka mereka tidak bisa pulang dan menetap sementara di Palembang.
“Agar mereka tidak berkeliaran yang akan membuat keresahan. Untuk menjaga keselamatan mereka serta mengurangi penyebaran wabah. Mereka dikarantina di Rumah Sehat JSC. Kami telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi berkaitan dengan status visa kunjungan mereka,” terang Aufa seraya menambahkan, sebelum para WNA ini dikarantina di Rumah Sehat Jakabaring mereka lebih dulu dilakukan swap test di RS Bari Palembang.(kbs)



