PMI Muba Bentuk Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan Dampak Covid-19

SEKAYU, SIMBUR – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Muba dan membentuk Posko Informasi serta bantuan kemanusiaan dampak Corona Virus Disease 2019 di Pendopoan Wakil Bupati Muba, Rabu (1/4).

Rakor dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi selaku Ketua PMI Muba, dengan dipandu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Muba Safaruddin, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Muba Indita Purnama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Muba Ir A Thamrin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba Andi Wijaya, dan Perangkat Daerah Muba tert serta disaksikan PMI Kecamatan dalam Kabupaten Muba melalui Video Teleconference.

Wabup Muba mengatakan rakor ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi PMI dengan Pemerintah Daerah terkait penanganan virus Corona. “Informasi yang disampaikan dalam rapat ini akan menjadi panduan PMI melakukan kerja kedepan membantu pemerintah atas nama kemanusiaan, apalagi tahapan-tahapan pekerjaan kita tentu penanganan Covid-19 ini perlu melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Untuk pembentukan posko lanjutnya diperuntukan sebagai pusat informasi dan pusat bantuan kemanusiaan. “Kami hari ini sudah memandang untuk perlu membuka posko, silahkan bagi publik yang tergerak untuk membantu.  posko ini juga sebagai pusat informasi paling tidak kita dalam melakukan penyemprotan desinfektan tepat sasaran serta baik dan benar,” ungkap Beni.

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan penyakit yang timbul pada tahun 2019 tersebut (virus Corona) telah menyebar diseluruh dunia bukan hanya di Indonesia saja melainkan telah menyebar di 199 negara. Yang mana sampai saat ini belum ditemukan obat dan juga pola perkembangannya.

“Oleh karena itulah dari kasus di Wuhan Cina, dipelajari virus ini menyebaran dari percikan cairan tubuh bukan dari udara. Pada saat orang bersin, kedua saat orang berbicara, percikan inilah yang nantinya sebagai media virus menyebar ke lingkungan luar. Serta tempat yang lembab dan gelap virus ini hidup, itulah dia tinggalnya di area pernafasan,” papar dr Azmi.

Menurut Kadinkes Muba ada tiga langkah yang harus diakukan untuk memutus rantai penyebarannya, yakni dengan memutus langsung kontak virus tersebut, kedua putuskan rantai kehidupan dan perkembangan virus tersebut, salah satunya penyemprotan desinfektan ke tempat pelayanan publik, dan ketiga kuatkan imunitas tubuh kita, dengan perbanyak konsumsi buah-buahan, dan makan-makanan berprotein tinggi.

Ia juga mengungkapkan saat ini di Kabupaten Muba ada 150 Orang Dalam Pemantauan  (ODP) atau orang yang ada riwayat berasal dari daerah terdampak, dan 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini tengah dirawat di RSUD Sekayu. “Untuk pemeriksaan virus ini kita sudah membeli Rapid test alat uji anti body,” kata Azmi.

Kepala BPBD Muba Indita Purnama menuturkan setelah ditetapkannya virus Corona sebagai bencana nasional, Satgas Muba telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait virus Corona, dan melakukan penyemprotan desinfektan terhadap fasilitas umum sebagai upaya pencegahan. “Yang masuk ODP rumahnya kita prioritaskan disemprot desinfektan,” tuturnya seraya menambahkan, pihaknya juga melakukan pendataan perkecamatan untuk warga yang datang dari luar.

Sementara itu Sekretaris PMI Muba Safaruddin mengatakan PMI ingin terjalinnya koordinasi yang baik dalam menjalankan langkah-langkah penanganan bencana ini. “Kami sudah siap beras 6 ton, susu 900 kaleng, dan minyak sayur 900 liter kalau diformulasikan sudah tersedia 300 paket untuk bantuan sembako kepada warga terdampak virus Corona,” pungkasnya.

Bantu Masker ke RSUD Sekayu dan Tenaga Medis

Sebelumnya, PMI Muba memberikan bantuan Masker N95 kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu. “Saya telah menugaskan Kepala Markas PMI untuk mendistribusikan Masker N95 kepada RSUD Sekayu sebanyak 200 piece dari kebutuhan sebanyak 500 piece. Saat ini PMI Muba sudah membagikan 2.500 piece masker di Kota Sekayu.  Kedepan, PMI Muba menargetkan akan membagikan masker sebanyak 7.500 piece untuk Puskesmas yang rawan Pasien ODP di seluruh Muba dan diwilayah perbatasan Kabupaten Muba. Masker-masker ini didapatkan dari hasil donasi yang terkumpul di PMI Muba,”  ujar Beni, Kamis (26/3) di Markas PMI Muba.

Beni menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah ikut peduli dalam memberikan donasi untuk kemanusian terutama di saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba sedang berupaya melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Muba.

“PMI Muba siap membantu Pemkab Muba dengan terus melakukan penggalangan dana untuk pengadaan peralatan seperti Alat Pelindung Diri (APD), Thermometer Infrared, Bahan Disinfektan dan Hand Sanitizer. PMI Muba sudah mengeluarkan surat himbauan yang ditujukan ke Para Donatur dan Pimpinan Perusahaan yang beroperasi di Wilayah Muba. Kita berharap semua pihak bisa Proaktif bekerjasama dengan PMI Muba dalam upaya pencegahan COVID-19 yang penyebaran begitu cepat ini,” ungkap Beni.

Selain ke RSUD, PMI Muba kembali menyerahkan bantuan masker untuk tenaga medis kali ini bagi Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Muba. “Ada permintaan dari Kepala Dinas Kesehatan dan hari ini langsung kami distribusikan sebanyak 4.500 masker N95 dan masker bedah untuk tenaga medis yang menangani COVID-19 dan diperuntukan pula bagi warga yang ODP atau yang dalam kondisi tidak sehat”, ujar Wakil Bupati Muba ini.

Selanjutnya, Beni juga mengingatkan agar warga yang dalam kondisi sehat tidak usah mencari-cari masker, apalagi ketersediaan masker saat ini sangat terbatas. Ia mengingatkan sesuai himbauan dari WHO dan PMI Pusat, masker hanya diperuntukan bagi orang yang sakit dan orang rentan tertular.

“PMI Muba tetap terus fokus dalam melakukan penggalangan untuk meningkatkan partisipasi publik sehingga penanganan COVID-19 ini menjadi gerakan bersama guna membantu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah maupun Pemerintah Daerah. Hari ini sudah terdapat 75 ODP di Muba, sedang dipersiapkan PMI Muba akan membantu paket sembako bagi ODP,” kata Beni.

Ketua PMI Muba juga berpesan kepada seluruh masyarakat Muba untuk tetap waspada atas penyebaran COVID-19 yang begitu cepat ini. Ia menghimbau agar warga Muba untuk melakukan “Phsycal Distancing” (Jaga Jarak) dan hindari keramaian serta memperbanyak aktivitas di dalam rumah saja sebagai upaya bersama untuk menghambat penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba menyatakan telah menerima bantuan masker N95 dari PMI Muba. “Terima kasih kepada PMI Muba atas bantuannya. Masker N95 ini sangat bermanfaat dan akan digunakan oleh Tenaga Medis RSUD Sekayu yang menangani COVID-19. Karena kita ketahui bersama saat ini masker N95 sulit didapat dan langka,  sedangkan kita sebagai tenaga medis saat ini sangat membutuhkan sekali untuk menangani pasien yang memiki gejala dan faktor resiko terjangkit  COVID-19,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr. Azmi Dariusmansyah mengatakan telah menerima bantuan masker dari pihak PMI Muba yang diantarkan langsung oleh Sekretaris PMI Muba Syafaruddin ke Posko Tanggap Darurat COVID-19 Muba di Kantor Dinas Kesehatan.

“Alhamdulillah, PMI Muba cepat merespon permintaan bantuan masker dari Dinas Kesehatan Muba. Masker ini akan digunakan bagi tenaga kesehatan kami yang berada di RSUD Bayung Lencir, RSUD Sungai Lilin dan 28 Puskesmas yang ada di wilayah Muba serta bagi warga yang ODP. Terima kasih PMI Muba atas bantuannya. Dan kami berharap PMI Muba dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya Pemkab Muba dalam pengendalian COVID-19 khususnya dalam menggalang partisipasi semua pihak,” pungkas Azmi.(kang)