Gunakan Komunikasi dalam Setiap Profesi

# Perhumas Palembang Dikukuhkan

 

PALEMBANG, SIMBUR – Persatuan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia Badan Pengurus  Cabang (BPC) Palembang  meliputi wilayah Sumatera Selatan resmi dilantik. Pelantikan Perhumas BPC Palembang dilakukan saat acara Prasasti Bina Darma Prime Week 2019, Kamis (12/12).

Pengurus BPC Perhumas periode 2019-2022 dilantik berdasarkan Surat Keputusan Ketua Perhumas Indonesia No 021/ SK / BPP Perhumas/XII /2019 tanggal 12 Desember 2019. “Gunakan ilmu komunikasi (humas) dalam setiap profesi,” ungkap Wakil Ketua I Perhumas, Pamungkas Trishadiatmoko usai Seminar Digital PR Branding 4.0 dan pelantikan pengurus di Aula Prof Bochari Rachman Universitas Bina Darma Palembang.

Ketua Perhumas BPC Palembang, Dr Desy Misnawati SSos MIKom mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat mengapresiasi pranata humas pemerintahan serta praktisi public relations (PR) perusahaan di Sumatera Selatan. Event yang digelar dalam rangka peringatan Hari Hak Asasi Manusia Internasional ini diramaikan mahasiswa dari tujuh negara yang kuliah di Universitas Bina Darma Palembang.

“Memasuki era digital, revolusi 4.0, public relation (PR) atau
hubungan masyarakat (humas) harus melakukan transformasi yang terus dikembangkan guna mendorong pemerintahan dan perusahaan agar mampu menjawab semua permasalahan dengan melakukan inovasi program dan/atau produk baru,” ungkap Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bina Darma Palembang itu.

Pengurus BPC Perhumas Palembang juga memberikan 19 trofi aklirik sebagai tanda apresiasi kepada sejumlah pranata humas dan praktisi public relation di Sumatera Selatan. Diketahui, metode pemberian apresiasi Prasasti menggunakan teori  Scott M Cutlip and Allen H Center. Dalam metode ini proses manajemen public relations sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial yang dapat dilakukan melalui empat langkah meliputi Fact Finding (mencari fakta), planning (perencanaan), communicating (komunikasi), dan evaluating (pelaporan).

“Mencari fakta mendefinisikan permasalahan dengan menganalisis situasi berupa pemahaman, opini, sikap dan perilaku publik terhadap kegiatan, kebijakan atau produk suatu perusahaan atau lembaga,” ungkapnya.

Panitia juga telah merencanakan  perumusan penilaian terhadap hubungan komunikator dengan komunikan meliputi Credibility (nilai kepercayaan public),
Context, (hubungan isi pesan dengan kenyataan), Content (makna pesan), Clarity (kesederhanaan dan kejelasan pesan), Continuity dan Consistency, (pertentangan dalam pesan, serta Capability (kemampuan memberi penjelasan). “Mengomunikasikan pelaksanaan program sehingga mampu memengaruhi sikap publik yang mendorong mereka untuk mendukung pelaksanaan program,” ungkap Desy.

Kategori lainnya meliputi Strategi Hubungan Perusahaan Terbaik diraih PR Bank Sumsel Babel, Strategi Manajemen Krisis Terbaik (PR PT Pegadaian Kanwil III Palembang), Komunikasi CSR Terbaik (Corporate Communication) PT OKI Pulp and Paper, dan Komunikasi Target Komunitas Terbaik (PR PT Astra Corps), dan Kampanye Event PR Terbaik (Palembang Icon).

Selanjutnya, Kampanye PR Bersama Terbaik (PT Bukit Asam), Strategi Hubungan Media Terbaik (PT Pusri), Komunikasi Internal Tim Terbaik (Humas Pemkab Ogan Ilir), Kampanye Layanan Produk/Program Terbaik (PT Semen Baturaja), dan Kampanye Hiburan PR Terbaik (Palembang Indah Mall).

Selain itu, Pelayanan Publik Terbaik (Puspendam II/Sriwijaya), Pembuatan Media Internal Terbaik (Humas Pemprov Sumsel, Pembuatan Advertorial Terbaik (Humas Pemkab Muba), Siaran Pers Terbaik (Puspenrem 044/Gapo), Pembuatan Laporan Tahunan Terbaik (Humas Bank Indonesia), Penguasaan Teknologi dan Sistem Informasi Terbaik (Diskominfo Sumsel), Konferensi Pers Terbaik (Humas Polda Sumsel), Layanan Kehumasan Terbaik di Media Sosial (Humas Pemkot Palembang), dan Pengelolaan Website Terbaik (L2Dikti Sumbagsel).

Sementara itu, Wakapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Gambuh yang hadir pada sharing komunikasi sekaligus kuliah umum pada kegiatan tersebut berpesan kepada mahasiswa agar dapat menjadi generasi pengganti. “Bukan generasi penerus yang hanya meneruskan. Tapi menjadi generasi yang menggantikan generasi sebelumnya. Gunakan komunikasi dengan baik,” ungkap Wakapendam.

Terkait tema hak asasi manusia dalam sharing kali ini, Wakapendam menegaskan, dalam komunikasi, militer tidak menyampaikan semua informasi kepada publik, terutama yang menyangkut rahasia negara. “Hak asasi manusia dibatasi hak orang lain,” ungkap mantan Dandim Kerinci itu.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan pemenang berbagai lomba kehumasan. Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UBD Palembang, Prof Dr Isnawijayani MSi mengatakan, lomba konferensi pers ini pertama kali diadakan sepanjang sejarah ilmu perkomunikasian di Sumatera Selatan. “Mengapa perlu dilakukan konferensi pers karena ada permasalahan yang harus dijelaskan PR kepada orang media agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberitaan. Misalnya dalam meluncurkan produk atau menyampaikan kebijakan,” ungkapnya.

Diketahui, Lomba Konferensi Pers dimenangkan Tim 2 sebagai juara I, tim 1 (juara II), dan tim 3 (juara III). Lomba menulis artikel Athalla Deva sebagai juara I, Pipit Anggraeni (juara II), dan Alisyah Maharani (juara III). Sementara, Lomba Pidato Bahasa Internasional dimenangkan Ali, mahasiswa Turkmenistan sebagai juara I, Tito asal Timor Leste (juara II), dan Jerry (Taiwan).(red/rel)