- Dongkrak Layanan Kesehatan, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rapat Strategis BLU RS AK Gani
- Peradi Profesional: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
- Sokong Ketahanan Pangan, Kasdam II/Swj Bahas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Bersama Kaster Panglima TNI
- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
Sumsel Segera Lanjutkan Pelabuhan Tanjung Carat, Gubernur: Tanjung Tapa Khusus Dibangun Sinarmas
PALEMBANG, SIMBUR – Kebutuhan pengangkutan barang atas ketersediaan pelabuhan laut dalam, sepertinya tidak terbendung lagi. Pasalnya pelabuhan Boom Baru yang terletak di tengah Kota Palembang dan berada di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Musi, dinilai sudah tidak mampu lagi menampung arus lalu lintas ekspor dan impor barang di Sumatera Selatan (Sumsel).
Gubernur Sumsel, Herman Deru ternyata justru mengisyaratkan pembangunan pelabuhan laut dalam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA), tepatnya di Tanjung Carat. Gubernur akan segera mempertemukan seluruh stakeholder berkepentingan.
“Ini kan lagi proses. Jadi kemarin kan tepatnya hari Minggu lalu, saya bersama Direktur Utama (Dirut) Pelindo II. Dia sudah sangat berkeinginan membangun pelabuhan baru di wilayah TAA tepatnya di Tanjung Carat. Hanya saja, dia masih ingin dipertemukan dengan Kemenhub oleh gubernur. Saya sudah perintahkan Sekda untuk mengundang Kemenhub, PT Patria sebagai calon investor (dan) pengelola KEK TAA. Dia ingin ada kerja sama dengan pemilik lahan dalam hal ini PT Patria,” ujar Gubernur di kantornya, Selasa (20/8).
Gubernur mamastikan jika untuk mengakomodir lalu lintas ekspor dan impor barang, Sumsel membutuhkan pelabuhan yang dapat disinggahi oleh kapal bertonase besar. Dikatakan Gubernur, pelabuhan pasti sudah menjadi kebutuhan Sumsel. “Pertama, draft pelabuhan Boom Baru, kedalamannya tidak bisa untuk kapal besar sehingga terbatas. Akibat keterbatasan itu, maka harus diganti dengan kapal-kapal tanggung (ukuran) yang secara otomatis menambah jumlah kapal yang masuk,” terangnya
Seharusnya, lanjut Gubernur, bisa satu kapal mengangkut barang. Karena keterbatasan itu akhirnya tiga kapal yang masuk. “Akibatnya, mobil pengangkut barang tidak berhenti (masuk pelabuhan),” jelasnya.
Kalau yang di Tanjung Tapa itu, seloroh Gubernur, kan sudah dibuat feasibility study (FS) jembatan Sumsel Bangka. “Kalau di sana (Tanjung Tapa) itu lebih ke pelabuhan khusus yang ingin dibangun oleh Sinarmas,” tutupnya.(dfn)



