- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Muara Enim Adakan Festival Burung
MUARA ENIM – Pemkab Muara Enim melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan Festival dan Burung Berkicau, Minggu (7/7) di Pelataran GOR Pancasila Muara Enim. Kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia ini diisi dengan berbagai lomba selain dari perlombaan festival burung berkicau tersebut juga telah diadkan lomba mendongeng, puisi, dan lomba Fashion 3R (Reuse, Redusce, dan Recyle).
Ketua Panitia Festival dan Lomba Burung Berkicau Budi Arwandi ketika disambangi awak media disela festival tersebut mengatakan dalam lomba ini diikuti oleh lebih kurang 1000 peserta. “Lomba ini diikuti sebanyak 1000 peserta yang berasal dari Kabupaten kota yang ada di Sumatera Selatan, Propinsi Jambi, Lampung, Medan, dan Bengkulu yang memperebutkan kelas kategori perlombaan,” ungkap Budi.
Kemudian Budi mengungkapkan terdapar tiga kelas perlombaan dan 9 jenis burung yang dilombakan pada festival ini. “Ada tiga kelas perlombaan yang diadakan diantaranya kelas Bupati, kelas wakil bupati, dan kelas Sekretaris Daerah dengan 9 jenis burung yang dilombakan yaitu Murai Batu, Kacir, Love Bird, Kenari, Kapas Tembak, Konin, Pleci, Ciblek, dan Cicak Hijau,”terangnya.
Masih kata Budi para juri yang didatangkan berasal dari juri terbaik Sumatera yang sudah memiliki sertifikar khususbya. “Para juri semuanya didatangkan dari luar Muara Enim yang merupakan juri-juri terbaik di Sumatera. Nantinya ada tiga kategori penilaian yang akan dinilai oleh para juri yaitu volume suara (keras), Irama Lagu, dan Speed dengan perolehan nilai bendera merah nilainya 100, dan Biru 50,” terang Budi.
Sementara itu Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM dalam sambutannya mengatakan kecintaan akan alam yang lestari sangat tepat jika ditumbuhkan sejak dini, sejak dari rumah dan lingkungan sekolah. Dunia seni akan menjembatani pesan – pesan moral yang edukatif untuk anak – anak. “Harapan kita semua dengan adanya peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini dapat menumbuhkan kemvangkan generasi – generasi yang mencintai bumi dan alam ini sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan yang berwawasan lingkungan,” ujar A. Yani.
Masih kata A. Yani, kepada para hadirin untuk terus menanam dan merawat pohon, biasakan memilah dan mengelola sampah sejak awal, menggunakan kembali sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna sehingga mampu menjadi sebuah barang yang menarik dan unik serta memiliki harga jual. “Mari kita jaga alam serta melestari kanya sehingga akan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkasnya.
Pada festival ini panitia menyiapkan dua unit sepeda motor untuk juara kelas utama yaitu kelas Bupati yang meliputi dua jenis burung yang di lombakan yaitu Murai Batu dan Kacir. Hadiah pemenang juara pertama pada kelas Wakil Bupati berjumlah Rp 2,5 juta, sedangkan kelas Sekda dengan total Rp 1,5 juta dan setiap kelas akan mendapatkan uang pembinaan, trofi piagam penghragaan serta dusediakan berbagai macam Doorprize.(*)
(Advertorial ini telah dimuat di surat kabar Simbur Sumatera Nomor XXXI Edisi 15 Juli-16 Agustus 2019)



