- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Tak Bisa Berenang, Murid “Kera Sakti” Tewas Tenggelam di Sungai
WAYKANAN, SIMBUR – Siswa SMP negeri, Agung Noegroho (13) tewas tenggelam di Sungai Way Besai, tepatnya di Lubuk Naga. Nasib korban tak semujur kedua temannya Agus (14) dan Yoga (13) warga Kampung Kemu, Waykanan yang selamat ditolong warga sedang mencangkul di pinggir sawah areal Way Besai (TKP) dusun 2 Margorejo Kampung Kemu Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Tak lama kemudian warga pun berdatangan untuk mencari Agung yang tenggelam di sekitaran sungai tersebut. Akhirnya korban ditemukan dengan keadaan meninggal dunia (12/6) pukul 11.00 WIB.
Menurut kerabat korban yang tak ingin disebut namanya, ada tiga anak laki-laki yang mandi di (Way Besai) sungai pertama. Ketiganya adalah Agus (14), Yoga (13), dan Agung (13). Dari keterangan keluarga, korban sudah pamit selama lima hari untuk acara Ikatan Kera Sakti (IKS) di Dusun 2 Margorejo Kampung Kemu. Agung dan kawan-kawan sekolah tapi berangkat dari trans dan pulang ke trans tempat kumpul IKS.
“Kami keluarga terkejut mendengar ponakan kami tenggelam di Way Besai. Kami keluarga bergegas melihat Agung tak bernyawa lagi,” ungkap paman korban.
Lina (38), ibu korban sempat histeris hingga jatuh pingsan. Saat ini ibu korban belum sadarkan diri. Sementara, Rahmat sang ayah (40) mencoba tegar menghadapi kematian sang anak.
Menurut keterangan saksi, Daman( 53) saat itu dirinya mencari makanan kambing. “Setelah itu saya turun ke bawah saya lihat sudah ditemukan mayat Agung,” ungkapnya.
Diterangkan Darman, pulang sekolah tadi Agung langsung mandi lalu membuat rakitan dari batang pisang bersama kawannya bermain. Mereka bertiga membuat rakit batang pisang. Tak lama kemudian Agung (13) dan kedua temannya digulung ombak. “Yoga dan Agus selamat tapi malang nasib Agung (13) tewas di tempat lantaran tak bisa berenang,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Waykanan dan pengurus IKS Waykanan belum berhasil dikonfirmasi. Meski demikian, informasi dan data diperoleh dari warga dan petugas di lapangan yang tak mau disebutkan namanya. (cjs01)



