- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ajak Mahasiswa dan Pelajar Awasi Pemilu
MUARA ENIM, SIMBUR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muara Enim melibat mahasiswa, pramuka dan organisasi pemuda untuk membantu mengawasi pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Pesiden. Ketua Bawaslu Muara Enim Suprayitno mengatakan, pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan datang berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Karena ada lima pemilihan yang dilakukan dalam satu waktu.
Selain itu, peran pengawasan semakin berat karena pada 24 Maret ini dimulai tahapan kampanye rapat umum dan sosialisasi di media massa. “Di sinilah peran serta adik-adik sekalian diperlukan untuk mensukseskan Pemilu ini. Personil kami yang ada tidak mampu bekerja sendirian, kami butuh masukan dan informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Yitno mengenaskan, semua laporan dan informasi yang masuk ke Bawaslu pasti akan ditindaklanjuti oleh pihaknya.
Sementara itu, Wakil Bupati Muara Enim H Juarsah yang membuka kegiatan itu mengajak agar para peserta bisa menjadi pemilih cerdas.
Menurutnya, zaman teknologi saat ini banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan, namun juga tidak menutup kemungkinan teknologi memberikan banyak kemudaratan jika tidak bijak menggunakannya.
“Saya berharap masyarakat tidak mudah percaya hoax soal Pemilu. Jadilah pemilih cerdas. Informasi yang ada harus dicari kebenarannya, dan dikaji kebermanfaatan informasi itu untuk dibagikan. Jika informasi tersebut dinilai membuat panas suasana, saya rasa tidak butuh untuk dibagikan. Jangan menjadi kompor,” imbuhnya.
Kemudiaan H. Juarsah juga mengimbau masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilih serta tidak golput. “Karena kita sudah diberikan hak untuk memilih, jadi silahkan digunakan. Pemilihan bersifat langsung, umum, bebas dan rahasia. Jadi siapapun yang dipilih, hanya kita dan tuhan yang tahu,” pungkasnya.(dpt)



