- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Kantor Perizinan Terbakar
MUARA ENIM, SIMBUR – Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM meninjau langsung Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muara Enim yang habis dilalap si jago merah. Kebakaran terjadi pada Rabu (20/3) sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat.
Saat melakukan peninjauaan A. Yani sapaan akrab Bupati Muara Enim ini mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat darurat agar pelayanan kepada masyarakat segera pulih dan tetap berjalan lancar.
”Kami segera melakukan rapat darurat. Kantor ini merupakan kantor yang melayani masyarakat. Agar pelayanan tidak terganggu, harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam memberikan pelayanan yang prima ke masyarakat walau dalam kondisi yang terjadi saat ini,” ujar A. Yani, saat meninjau lokasi kebakaran itu.
Kebakaran pertama kali diketahui warga menjelang salat Subuh. Beberap unit mobil pemadam kebakaran Dinas Damkar Muara Enim maupun Damkar dari PTBA terlihat berjibaku memadamkan api. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim, melalui Kasi Penindakan dan Penyelamatan Abubakarudin mengatakan, pihaknya menerima telpon dari masyarakat terkait musibah ini sekitar pukul 5.30.
”Ada 9 unit damkar yang turun untuk memadamkan api. Selaian unit Damkar Dinas, ada juga mobil damkar PTBA yang ikut membantu,” kata Abubakar.
Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar berkas-berkas penting tak bisa diselamatkan.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara penyebab terjadinya
kebakaran sampai saat ini, belum diketahui namun diperkitakan akibat hubungan arus pendek listrik dan ketugiaan hingga saat ini belum bisa ditaksir, namun diperkirakan bisa mencapai puluhan juta rupiah. (dpt)



