- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Laporan Kecurangan Pemilu melalui SMS/Telepon Jadi Informasi Awal Bawaslu
MUARA ENIM, SIMBUR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muara Enim mengelar kegiatan Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam Rangka Pileg dan Pilres tahun 2019. Acara yang dipusatkan di Ballrom Hotel Griya Sintesa, Kamis (8/11) itu diikuti oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas kepemudaan dan organisasi mahasiswa.
Ketua Bawaslu Muara Enim, Suprayitno mengatakan, acara itu merupakan bagian dari kegiatan rutin Bawaslu untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2019. “Karena pelaksanaan Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Tahun depan akan menghadapi Pemilu serentak Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Untuk itu, sosialisasi ini lebih kami intensifkan,” ujar Yitno, sapaan akrab Ketua Bawaslu Muara Enim.
Selain itu, lanjutnya, melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pemilu. “Tugas pengawasan itu terlalu berat untuk kami yang hanya beberapa orang, untuk itu kami berharap semua peserta kegiatan ini dapat terlibat menjadi bagian pengawasan di daerahnya masing-masing,” harap Yitno.
Dirinya berharap masyarakat dapat melapor jika melihat indikasi pelanggaran pemilu. Laporan itu bisa disampaikan secara langsung yakni datang ke Bawaslu atau melalui SMS dan telepon. “Laporan yang disampaikan melalui SMS akan menjadi informasi awal kami dan akan ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sumsel bidang pengawasan, Iwan Ardiansyah mengakui tugas pengawasan Bawaslu tidaklah mudah. Meski demikian, jika Pemilu dilaksanakan tanpa pengawasan tentunya tidak akan berjalan dengan baik.
“Jadi peran mahasiwa, kaum cendekiawan serta organisasi kepemudaan sangat perlukan untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas,” ungkapnya sembari berharap semoga pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Muara Enim dapat berjalan dengan lancar sehingga menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia. (dpt)



