- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Jalan Akses Warga ke Tambang Batu Bara Diportal, Massa Geruduk Kantor Bupati
BATURAJA, SIMBUR – Ratusan warga Desa Bayuwinangun Kecamatan Lubuk Raja menggeruduk Kantor Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (7/11). Kehadiran massa tak lain untuk mengadukan keresahan warga akibat adanya pemortalan jalan yang dijadikan akses warga dan perusahaan tambang batu bara.
Massa dikawal ketat aparat dari Polres OKU dan Sat Pol PP. Massa diterima oleh Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH. Setelah itu, dilakukan dialog bersama antara perwakilan warga dengan pemkab. “Kami minta Pemerintah Kabupaten OKU untuk segera bertindak. Mengingat, pemortalan jalan yang menjadi akses bagi perusahaan tambang batu bara sehingga membuat kami resah,” kata Eri Yansah selaku koordinator lapangan.
Dikatakan, pihaknya selaku warga setempat merasa resah dan terganggu dengan adanya pemortalan jalan tersebut. Karena itu, aksi masyarakat terganggu. Tindakan pemortalan jalan tersebut dianggap telah meresahkan warga lantaran adanya puluhan orang dengan membawa senjata tajam mengamankan portal agar tidak dibuka.
“Kami sangat resah dengan adanya aksi pemortalan ini. Ada sejumlah orang membawa senjata tajam memasuki daerah kami. Hal ini membuat sebagian warga khawatir dan resah,” pungkas Sanita, warga Batu Winangun menyambung keluhan warga lainnya di hadapan Wakil Bupati OKU.
Menanggapi keluhan warga Batuwinangun, Wakil Bupati Drs Johan Anuar SH menegaskan, Pemkab OKU tidak tinggal diam dalam hal ini. Adanya perusahaan tambang batu bara milik PT Agro Dedali yang sudah memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat sekitar
“Dalam hal ini kami selaku pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menangani adanya pro dan kontra antara warga di sekitar perusahaan tambang. Kami akan memanggil kedua belah pihak untuk duduk satu meja guna menyelesaikan perselisihan antara kedua kubu ini,” terang Johan Anuar.
Dikatakan Johan, mediasi yang akan dilakukan Pemkab OKU akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk itu, dirinya meminta warga agar bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing aksi provokasi yang dapat menyebabkan terjadinya perpecahan.
“Saya minta semua pihak untuk menahan diri. Jangan mudah terpancing sehingga dapat merugikan kedua belah pihak. Nanti semua pihak akan kami panggil untuk duduk bersama dalam menyelesaikan masalah ini,” pungkas Johan seraya meminta warga untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa. (rbt)



