- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Jatuh di Antara Kerawang-Bekasi
# Pencarian 189 Penumpang Dilakukan 24 Jam
JAKARTA – Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak setelah 13 menit lepas landas sekitar pukul 06.20 WIB, Senin (29/10). Setelah itu, pesawat jenis Boeing 737 Max-8 yang mengangkut 189 orang itu dinyatakan jatuh di Tanjung Kerawang, perairan perbatasan antara Kerawang-Bekasi, Jawa Barat.
Diwartakan, tim gabungan dari Basarnas dan kepolisian telah menemukan sejumlah potongan tubuh serta kursi dan serpihan pelampung di lokasi jatuhnya pesawat yang dipiloti Bhavye Suneja asal India itu, tepatnya di Pantai Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat. Perairan tempat jatuhnya pesawat tersebut memiliki kedalaman 30-35 meter. Potongan tubuh korban saat ini tengah dipindahkan sejumlah petugas terkait dari BPBD, Badan SAR Nasional, polisi, dan lain-lain instansi. Evakuasi menggunakan kapal laut milik Badan SAR Nasional yang disiagakan dekat lokasi.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar malam ini juga, semua pihak bekerja 24 jam melakukan pencarian korban dan pesawat. Jokowi berharap bila tim mendapat informasi di lapangan agar disampaikan langsung secara rutin oleh Kepala Basarnas maupun Menteri
Perhubungan kepada masyarakat. Presiden belum membicarakan berapa lama akan dilakukan pencarian.
“Semuanya sudah saya perintahkan untuk bekerja keras malam hari ini 24 jam. Gunakan lampu sebanyak-banyaknya sehingga tetap bekerja di lapangan,” tegas Presiden.
Jokowi juga berdialog dengan keluarga korban di Posko Crisis Center VIP Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. “Saya sampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi pagi hari tadi. Semuanya sangat tahu perasaan para keluarga korban yang menunggu informasi, yang menanti kabar, terutama dari Basarnas,” kata Jokowi dalam jumpa pers, Senin (29/10) malam di VIP Terminal I Bandara Soekarno-Hatta.
Terpisah, CEO Lion Air, Edward Sirait mengatakan, pesawat nomor penerbangan JT-610 terakhir terbang dari Denpasar, Bali menuju Cengkareng, Jakarta, Minggu (28/10). Menurutnya, kondisi pesawat Lion Air PK-LQP jenis Boeing 737 MAX 8 itu dinyatakan layak terbang.
“Memang ada laporan mengenai masalah teknis. Masalah teknis ini sudah dikerjakan dengan prosedur dan maintenance yang dikeluarkan pabrikan pesawat,” jelas Edward Sirait dalam konferensi pers, Senin (29/10).
Ia juga menegaskan bahwa hingga posisi kemarin, sebelum berangkat, pesawat dinyatakan layak terbang oleh engineer yang memiliki wewenang untuk merilis pesawat. “Saya yakinkan bahwa pesawat ini dirilis terbang oleh engineer kami,” tegasnya.
Diketahui, Lion Air adalah maskapai di Indonesia pertama yang menggunakan pesawat Boeing 737 Max-8 tersebut. Pesawat buatan perusahaan Boeing asal Amerika Serikat itu mereka terima pada 4 Juli 2017. Boeing 737 MAX 8 diklaim dapat terbang lebih lama tanpa mengisi bahan bakar selama 7 jam 30 menit.
Boeing 737 MAX 8 adalah pesawat Boeing pertama yang memiliki fitur double winglet. Mesin di pesawat tersebut juga mampu meredam suara mesin sebesar 40 persen serta pesawat dirancang agar penumpang dapat membawa bagasi lebih banyak.
Lion Air Group telah memesan Boeing 737 MAX 8 sebanyak 218. Sebanyak 8 unit dikirimkan pada 2017, 3 unit di antaranya untuk Malindo Air di Malaysia, dan 5 unit untuk mendukung operasional Lion Air di Indonesia.
Setelah menjadi pengguna pertama Boeing 737 MAX-8 di dunia yang dioperasikan oleh Malindo Air, Lion Air Group juga merupakan launch customer dari Boeing 737 MAX-9. Pada 20 Juni 2017, Lion Air Group kembali menjadi launch customer dari Boeing 737 MAX-10 setelah melakukan pemesanan 50 pesawat Boeing 737 MAX-10 di Paris Air Show.
Informasi dari portal resmi Lion Air, saat ini maskapai tersebut telah mendatangkan 90 orang keluarga penumpang ke Jakarta dari berbagai daerah. Lion Air juga menyiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di Hotel Ibis-Cawang, Jakarta Timur. Malam ini maskapai tersebut berencana mendatangkan 76 orang keluarga penumpang lagi. Lion Air membuka crisis center di nomor telepon (021)-80820001 dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002.(berbagai sumber)



