- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Kerugian Capai Rp20 Miliar, Kembali Minta CSR Perusahaan untuk Perbaikan JSC
# Semua Venue Bakal Diasuransikan
PALEMBANG, SIMBUR – Kerugian akibat bencana hujan deras dan angin kencang yang memorak-morandakan sejumlah venue di Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (27/8) ditaksir mencapai Rp20 miliar. Angka tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru. Menurut Gubernur, dari semalam dia mencoba hitung kerugian yang ditaksir akibat bencana tersebut.
“Banyak juga hampir Rp20 miliar kerugiannya total. Ini macam-macam ada yang masih dalam tanggungan asuransi, ada juga yang baru besok diserahkan ke pemprov dari salah satu kementerian. Itu tentu tidak menjadi beban APBD. Cuma memang yang bangunan lama ada yang memang sudah tanggungjawab akan segera kami atasi sesegera mungkin,” imbuhnya.
Gubernur didampingi sejumlah staf khusus Gubernur, Direktur JSC Bambang Supriyanto, Kepala Dinas PU Perumahan dan Pemukiman Pemprov Sumatera Selatan Basyarudin beseeta rombongan datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Rombongan ini pertama kali meninjau Stasiun LRT OPI mal. Kemudian langsung menuju ke venue tennis, venue dayung, hingga venue boling untuk memantau kerusakan yang terjadi.
Dalam kesempatan itu Deru juga menginstruksikan jajarannya untuk segera membenahi venue yang tidak harus mengganti material. Kemudian memprioritaskan venue dengan mekanikal elektrik yang rawan untuk diatasi dulu secara darurat. Gubernur juga menginstruksikan jajarannya untuk segera membentuk Satgas Perbaikan JSC pascabencana.
“Tadi sudah kami pantau langsung ada 14 venue yang rusak. Bersyukur bencana ini tidak memakan korban jiwa. Kemarin langsung saya perintahkan Sekda dan PU serta Direktur JSC untuk menginventarisir. Saya lebih puas setelah melihat langsung. Saya lihat tadi memang sebagian parah sebagian sedang dan ada yang ringan,” ujar Herman Deru.
Gubernur menambahkan, kalau memang ada yang harus menunggu anggaran APBD tunggu besok. “Tapi yang CSR juga kami undang lagi untuk membangun ini. Seperti di venue tenis tadikan Bukit Asam akan kami undang lagi biar ini bisa diperbaiki segera,” imbuhnya.
Dikatakannya, bencana angin puting beliung yang terjadi Sabtu (27/10) itu setidaknya merusak 14 dari 20 venue yang ada di Jakabaring Sport City ( JSC). Terdata juga sekitar 126 pohon tumbang di kompleks tersebut. Menurut dia sebagian besar venue tersebut belum tercover asuransi. “Ini juga jadi masukan ke depan untuk mengasuransikan semua venue. Kalau memang rawan asuransikan,” jelasnya.
Lebih jauh Gubernur menjelaskan dari 14 venue yang rusak tersebut, venue aquatic merupakan venue yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan dana perbaikan yang lumayan besar. Apalagi venue ini dilengkapi membran khusus di bagian atasnya yang robek akibat angin. “Membran itu saja harganya hampir Rp4 miliar. Tadi kami lihat robek-robek,” ungkapnya.
Selain Aquatic, venue lain yang membutuhkan perbaikan serius adalah venue atletik dengan dana perbaikan diperkirakan mencapai Rp6 miliar lebih, kemudian venue dayung, bowling dan tenis.
Mengenai perbaikan, kata Deru sedapat mungkin dirinya akan mengupayakannya tidak terlalu menyedot dana APBD. Untuk itu melalui inventarisasi diharapkan perbaikan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan CSR dari perusahaan-perusahaan di Sumsel. “Pokoknya hindari memakai APBD. Masih banyak kepentingan rakyat yang menanti. Saya target ini paling lambat sebelum pergantian tahun sudah harus selesai. Senin kami akan rapat lagi,” tegasnya.
Selain memaksimalkan CSR dari perusahaan, Herman Deru juga berencana mengasuransikan sejumlah venue yang dianggap cukup rawan kejadian serupa.
Bahkan jika nanti memang ada pendanaan tanggap darurat atau uang yang tersedia untuk penanggulangan bencana Deru mengatakan akan menggunakan uang tersebut untuk mengatasi kerusakan yang terjadi.
Tak hanya meninjau JSC, Gubernur sempat mampir ke Stasiun LRT tak jauh dari OPI mall yang bagian dalamnya ikut porak-poranda oleh angin putig beliung. “Untuk masalah itu Kementerian PU dan Perhubungan sudah melapor bahwa mereka akan datang. Kita usahakan secepatnya agat tidak menghambat pelayanan,” ujarnya seraya menambahkan, mengenai rumah warga yang ikut menjadi korban angin puting beliung di sekitar Jakabaring menurutnya akan secepatnya ditanggulangi oleh BPBD Sumsel dan Dinsos.(kbs)



