- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Frans Tak Mau Dicerai Yentin yang Mencintai Yoga
# Pengusaha Bunuh Diri setelah Membunuh Istri dan Dua Anak dengan Motif Asmara
PALEMBANG, SIMBUR – Motif tewasnya satu keluarga dengan luka tembak di rumahnya yang juga kantor CV Frantincom, Villa Kebun Sirih Blok A18 RT 05 RW 01, Jl Said Ayib, Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni, Palembang, Rabu (24/10) akhirnya terungkap. Fransiskus Xaverius Ong (45), nekat bunuh diri setelah membunuh istrinya Margaret Yentin Liana (43), serta dua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11) pada Rabu (24/10).
Dugaan motif tewasnya keluarga pengusaha itu ditengarai persoalan asmara dalam rumah tangga. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap dua pembantunya, Dewi dan Sarah serta sopirnya, Fransiskus Xaverius Ong (45) nekat mengakhiri hidup diduga karena menolak diceraikan oleh Margareta Yentin Liana (43), istrinya yang selalu menampilkan foto latihan dan gerakan yoga di akun Instagram miliknya.
“Dari pemeriksaan memang menurut ibunya Margaret (Yentin) sering mengeluhkan minta cerai (Frans). Sebagai indikator kami bahwa ada permasalahan keluarga. Dari kata-kata (pelaku) sendiri sudah jelas, ‘aku sudah lelah’,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada wartawan di Mapolda Sumsel, Kamis (25/10).
Menurut Kapolda, dugaan ada masalah keluarga diketahui dari pesan pembicaraan di WhatsApp korban. “Istrinya minta cerai tapi korban menolak. Kira-kira begitu isi pesannya,” kata Kapolda.
Karena tidak rela dan tidak ikhlas untuk dicerai sama istrinya, lanjut Kapolda, akhirnya Frans mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah menembak mati istri dan dua anaknya. Kapolda menambahkan, dari hasil scientific investigation yang artinya pengolahan pembuktian secara ilmiah ada tiga fakta yang terungkap di balik motif kasus ini.
Pertama, terang Kapolda, dari senjata yang digunakan pelaku. “Kami tekankan dari GSR (gunshoot residu) atau luka tembak. Labfor (Laboratorium Forensik) sudah memastikan, baik di tangan, punggung tangan, maupun di dalam (otak) ditemukan gunshoot residu,” terang jenderal bintang dua itu.
Kapolda memastikan bahwa Fransiskus Xaverius Ong itulah yang menembakkan senjata. “Dengan kata lain dialah (Frans) yang membunuh tiga yang lain (istri dan dua anaknya), menghilangkan nyawa ketiganya, dan dirinya sendiri (bunuh diri),” tegas Zulkarnain.
Kedua, lanjut Kapolda, dilihat dari tulisan tangan. Kapolda memastikan ada kecocokan antara kata-kata terakhir dengan buku agenda yang ditemukan. “Dipastikan itu tulisan tangan dia. Bukan orang lain yang merekayasa,” tegasnya.
Ketiga, proyektil dipastikan keluar dari laras senjata yang merupakan modifikasi. “Gagangnya memang senjata tapi tidak ada alurnya, dipastikan rakitan. Labfor memastikan senjata itu rakitan karena tidak beralur. Proyekil ditemukan di setiap jenazah,” papar Kapolda.
Masih kata Kapolda, cctv dimatikan sekitar pukul 14.30 WIB. Kapolda meyakini upaya tersebut kemungkinan sekali dilakukan oleh Frans. Menurut Irjen Pol Zulkarnain, hal itu tidak termonitor lagi. “Sudah ada tanda, seperti (saksi) Dewi dan Sarah dikasih uang Rp2 juta. Sopir dan tukang burung dikasih cincin di sore hari. Artinya sebagai tanda bahwa dia ingin memberikan kenang-kenangan kepada orang terdekat yang membantunya selama ini,” tegas mantan Kapolda Riau itu.
Menurut Kapolda, aksi nekat tersebut tentu dipersiapkan oleh Fransiskus Xaverius Ong bahwa ini merupakan pengakhiran kehidupan mereka. Makanya, Frans sudah punya pesan. Kamar Frans sendiri dikunci dari dalam.
“Ditembak pertama kali istri (Yentin) dulu. Dia naik ke atas sempat ngopi. Dia berpikir karena selongsong peluru diletakan di atas meja. Kemudian (menembak) Rafael. Setelah itu, Katty. Kemungkinan setelah istrinya dia naik ke atas, nulis dulu, membunuh anjingnya Choky dan Snowy. Artinya tidak rela bila tidak ikut bersama. Motif kasus ini dipastikan bunuh diri dari hasil puslabfor,” tegasnya.
Sehubungan dengan itu, hasil penelusuran di berbagai sumber, dugaan bunuh diri serta tewasnya istri dan dua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11), dikuatkan dengan beberapa pesan terakhir Frans melalui surat tulisan tangan dan pesan di whatsapp. Dua carik kertas уаng diduga tulisan tangan Frans ditemukan dі meja komputernya. Pesan pertama di kertas itu bertuliskan, “Aku ѕudаh ѕаngаt lelah. Maafkan aku.” Selain itu,?pesan kedua berisi tulisan, “Aku ѕаngаt sayang dеngаn anak istriku… Choky & Snowy (nama anjing kesayangan mereka). Aku tіdаk sanggup meninggalkan mеrеkа dі dunia ini.”
Selanjutnya, di grup aplikasi WhatsApp bernama XAV’92, Frans alias Amat pun sempat menulis pesan. Grup WhatsApp tersebut merupakan alumni SMA Xaverius Kota Lubuk Linggau, Sumsel angkatan 1992. Pesan yang terkirim pada pukul 02.48 WIB itu bertuliskan “Maafkan aku… Teman-teman… Kenanglah kebaikanku saja jangan membicarakan kejelekanku… Jalan kalian masih panjang”.
Di Instagram dengan akun @frans_amat, korban sempat memposting dirinya pose bersama istri dengan keterangan yang bernada pesimis seperti ada sesuatu pesan yang ditunjukkan kepada sang istri. “Perkenalkan nama saya: Frans Berbatik”.
Frans ternyata penggemar burung yang kerap mengunggah hobinya itu di akun tersebut. Frans lebih dikenal sebagai pengusaha sekaligus kontraktor alat tulis kantor di sejumlah lembaga pendidikan dan pemerintahan.
Sementara, istrinya Margareth Yentin Liana, biasa disapa Yentin ternyata memiliki bisnis Fashion Hair Extension di salah satu mal di Palembang. Bukan hanya itu, Yentin sangat mencintai yoga dan termasuk instruktur di Palembang. Tak heran, bila pemilik akun Instagram @y_maretha jebolan Yogakarta itu memiliki bodi aduhai dan kerap menunggah foto-foto gerakan yoga yang dilakukannya.
Pesan terakhir di akunnya, Yentin menulis pernyataan yang cukup miris sehingga mengundang banyak komentar belasungkawa dari warganet. “When you can’t control what’s happening, challenge yourself to control tho ways to respons what’s happening. (Ketika kamu tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi, ubahlah dirimu untuk mengendalikan cara merespons apa yang terjadi)”.
Sebelumnya, Yentin sempat menulis keterangan saat dirinya melakukan yoga bersama suaminya Frans yang mengangkat tubuh sang istri. “Am I too heave for you, Dear? Strength training for him, flexibility for me. (Apa aku terlalu berat untukmu, sayang? Latihan kekuatan untuknya, fleksibel bagiku),” tulis pesan tersebut seperti mengisyaratkan keinginan Yentin terhadap Frans.
Konflik diduga bersemi sejak 12 minggu lalu ketika Yentin mengunggah foto dirinya memegang sertifikat yoga sambil dipeluk seorang pria mirip aktor tampan yang memerankan tokoh Cecep. Frans dengan akun @frans_amat menanyakan siapa lelaki yang diunggah istrinya. “Lanang itu siapo? Mirip suamimu Tin,” tulis Frans kepada rekannya. Sontak, Yentin dengan akun @y_maretha membalas cuitan suaminya. “Dio cuma numpang lewat bae. Ciau…hahahaha… Rumahnyo memang di situ. Kami workshop pake tempat yoga di belakang rumah beliau,” tulis Yentin pada akunnya.
Berbeda dengan Sarah, beberapa waktu belakangan, Frans diduga mengalami kondisi rumah tangga kurang harmonis bersama istrinya Yentin. Frans diduga memiliki wanita idaman lain sehingga membuat Margaret hendak menggugat cerai suaminya tersebut.
“Cece (Yentin) sering buka Hp Koko (Frans) dan pernah lihat ada wanita lain. Mamanya Cece cerita ke orang lain, sehingga sering ribut,” kata Sarah, usai menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel, Rabu malam (24/10).
Menurutnya, perebutan hak asuh anak antara Frans dan Yentin sering membuat keduanya bertengkar. Frans tak ingin melepas hak asuh anak mereka kepada istrinya. “Koko enggak mau anaknya diasuh Cece, jadi suka ribut begitu (soal hak asuh anak),” ujarnya.(tim)



