- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Jangan Merasa Jadi Raja, Hati-hati Gunakan Dana Desa
KAYUAGUNG, SIMBUR – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE mengingatkan agar para kepala desa (kades) di lingkungan Kabupaten OKI untuk lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran, khususnya dana desa. Hal ini diungkapkannya saat peresmian desa persiapan dan pelantikan pejabat kades di Pendopoan Kabupaten OKI, Selasa (16/10).
Di hadapan 27 kades baru, Iskandar menegaskan, ketika terpilih menjadi kades jangan lantas merasa jemawa. “Jadi kades jangan lantas merasa jadi raja. Lakukan musyawarah, pendekatan dengan masyarakat setiap perencanaan pembangunan, serta anggaran,” ungkapnya.
Dirinya juga berujar agar dalam bertugas para kades tidak menjauhi hukum sehingga dapat lebih baik dalam menjalankan tugas. “Jangan jauhi hukum, kalau dijauhi akan terasing. Kalau terasing, nanti kita yang diasingkan. Apalagi dalam penggunaan keuangan desa,” tegasnya.
Ketika kades tidak mengerti penggunaan anggaran, jelas Iskandar, lakukan musyawarah dengan para perangkat. Jika masih tidak mengerti, lakukan koordinasi dengan camat, dengan kepala dinas.
Selain itu, Iskandar juga berpesan agar para kades dapat berbagi ataupun memberikan tugas-tugas sesuai tupoksi masing-masing jabatan. “Jadi bukan semua tugas harus kades. Sekarang bupati juga tidak semuanya jadi tugas bupati karena ada delegasi yang di bawah, jadi kades juga harus mampu mendelegasikan agar tugas lebih ringan,” jelasnya.(wom)



