- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Waktu Tempuh Makin Singkat
KAYUAGUNG, SIMBUR – Ekspedisi tembus Tol Lintas Sumatera yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno beserta rombongan berjalan mulus. Rombongan melintas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (29/8).
Diketahui, Kabupaten OKI menjadi salah satu wilayah yang dilintasi salah satu proyek strategis nasional ini. Menteri Rini beserta rombongan tiba di Kabupaten OKI (Tol Pematang Panggang-Kayuagung) Rabu siang dan disambut Wakil Bupati OKI, H M Rifa’i SE, Sekda, beserta para Kepala OPD sebelum melanjutkan kembali perjalanan menuju Palembang.
Wakil Bupati OKI, HM Rif’ai SE mengatakan, pembangunan tol Pematang Panggang – Kayuagung sendiri mencapai 75 persen. “Pengerjaan terus dikebut karena ditargetkan akan selesai pada Juli 2019 mendatang. Kami senang ibu Menteri BUMN menyempatkan hadir dan melintas di Kabupaten OKI ini,” ungkapnya.
Dirinya mengharapkan agar target tersebut dapat tercapai sehingga tol ini bisa segera digunakan. “Saat ini tidak ada kendala yang menghambat pengerjaan tol dengan panjang 77 kilometer tersebut. Nantinya setelah selesai, rencananya akan dilakukan uji coba dan pada September tahun depan bisa diresmikan oleh Presiden RI,” ujarnya.
Hadirnya akses jalan tol ini akan semakin mempermudah akses masyarakat salah satunya dari Kayuagung menuju Lampung. Saat ini, untuk menuju Lampung dibutuhkan waktu lebih kurang sembilan jam, sedangkan jika tol ini telah selesai diperkirakan waktu yang digunakan hanya sekitar empat jam saja.
Sementara itu, Project Manager Tol Pematang Panggang Kayuagung (PPKA), Hartono mengatakan, saat ini tengah dilakukan pemasangan rigid. Karena tol ini sebagian besar berada di lahan rawa jadi hampir semuanya dipasang tiang pancang yang saat ini tengah dalam proses pengecoran rekonstruksi atas. “Kalau cuaca tidak menjadi pengaruh pengerjaan, kami pastikan sesuai target,” bebernya.
Masih kata dia, kalau beberapa waktu lalu seperti Juni dan Juli itu masih masih terjadi hujan, kalaupun tidak hujan dan terjadi Karhutla maka akan dilakukan hujan buatan. Semoga berapa bulan kedepan tidak ada Karhutla sehingga tidak terjadi hujan buatan sehingga pengerjaan dapat berjalan lancar.
Terkait pembebasan lahan, saat ini sudah mencapai 98 persen, hanya saja masih ada sedikit lahan yang masih dalam proses pembebasan yang nantinya akan digunakan sebagai rest area dan oprite over pass. “Saat ini dalam proses pembebasan mudah-mudahan September bisa selesai,” ujarnya.
Terkait dengan kunjungan Menteri BUMN langsung ke lapangan, sambungannya, menjadi semangat bagi pihaknya untuk terus bekerja melaksanakan pembangunan tol PPKA ini. Karena beberapa waktu Menteri Rini Soemarno sempat membatalkan kunjungannya karena ada agenda lain yang mendadak kalau tidak salah pada kunjungan ketiga waktu itu. “Tapi kali ini kami beruntung walaupun hanya mampir sebentar dan berfoto bersama beliau sudah melihat hasil kerja kami,” tandasnya. (yrl)



