- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Minim Fasilitas, Sulit Lakukan Pencegahan
KAYUAGUNG, SIMBURĀ – Minimnya fasilitas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) membuat peregerakan badan tersebut terbatas. Dengan kondisi yang ada dan luas wilayah Kabupaten OKI, pihak BNNK kesulitan melakukan penyuluhan narkoba hingga ke pelosok wilayah.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, H Zakaria SSos mengatakan, cukup banyak hal yang kurang di BNNK OKI, termasuk tenaga penyuluh. Untuk saat ini, penyuluh yang ada di OKI baru beberapa orang saja. “Dari edaran Kemendagri No 21 Tahun 2013, fasilitas itu disiapkan dari departemen dan pemerintah daerah termasuk pengantaran residen bagi pecandu penyalahgunaan narkoba ke balai rehabilitasi,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah melakukan upaya-upaya agar pemerintah bersedia ataupun menyiapkan anggaran untuk membantu BNNK OKI. Untuk penyuluhan, tambah Zakaria, kini pihaknya hanya melakukan penyuluhan di sekitar Kecamatan Kota Kayuagung saja, atau yang terjangkau BNNK. “Kegiatan ini juga tak bisa hanya dilakukan BNNK saja, tapi perlu dukungan semua stakeholder. Termasuk penyediaan alat tes urin yang saat ini belum ada,” jelasnya.
Dirinya mengharapkan, dengan banyaknya penyuluhan secara langsung ke pelosok dapat membantu pencegahan peredaran narkoba. “Karena ini tindakan yang cukup efektif dalam mengantisipasi P4GN,” jelasnya seraya mengharapkan ke depan ada tambahan bantuan fasilitas untuk mendukung kegiatan pencegahan narkoba di OKI. (yrl)



