Fokus Stunting dan TB Paru, Prioritas Kesehatan Ibu dan Anak

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Sebanyak 296 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Sriwijaya (Unsri) akan melakukan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selama satu bulan ke depan. Para mahasiswa ini akan menjalani masa PBL di Kecamatan Jejawi dan SP Padang.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsri, Iwan Setia Budi menjelaskan, dalam masa PBL ini, dititikberatkan terhadap beberapa permasalahan. Salah satunya yaitu terkait topik permasalahan kasus sunting.

“Kami sudah berdiskusi baik dengan pihak Pemda dan dinas. Ada tiga topik yang ingin dilakukan. Yaitu berkaitan dengan permasalahan stunting, ibu dan anak, serta TB paru,” katanya usai pembukaan PBL mahasiswa Fakultas Kesmas Unsri di Sekretariat Daerah (Setda) OKI, Senin (14/5).

Menurutnya, ini merupakan yang pertama di Kabupaten OKI dan terus akan dilanjutkan hingga beberapa tahun ke depan. “Karena ini yang pertama, jadi pada kesempatan ini yang ditekankan dari beberapa permasalahan tadi adalah terkait penyadaran keluarga. Khususnya dalam beberapa topik tadi,” katanya.

Iwan menjelaskan, pemilihan Kabupaten OKI sebagai tempat praktik mahasiswanya juga karena menurutnya, Pemkab OKI sangat kooperatif dalam membina dan menerima para mahasiswa praktik ini. “Jadi sudah kami diskusikan di pilih dua kecamatan tadi. Memang tidak seluruh desa ada mahasiswa yang nginap di sana karena akses yang cukup sulit. Meskipun demikian desa-desa ini tetap dilakukan intervensi oleh mahasiswa yang mendapatkan lokasi dekat dengan desa tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Setda OKI, H Antonius Leonardo MSi yang menerima dan membuka masa PBL mahasiswa ini mengungkapkan, pihak Pemkab OKI menyambut baik rencana PBL mahasiswa ini. Menurutnya, selain menjadi lahan pembelajaran bagi para mahasiswa, kegiatan ini juga akan bermanfaat bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, kami (Pemkab OKI) menyambut baik kegiatan ini. Dan diharapkan ini akan memberikan hasil yang positif, baik itu bagi masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri,” ungkapnya.

Pertama, tambah dia, akan dilakukan secara tiga tahun berturut diharapkan ini betul-betul mampu menyadarkan warga akan kehidupan yang sehat. “Diharapkan, ini dapat juga dilanjutkan oleh mahasiswa lain yang akan datang setelah mereka,” pungkasnya. (yrl)