Kepepet Bayar Kredit Leasing, Nekat Rampok Minimarket

PALEMBANG, SIMBURNEWS -Hendra (28) warga jalan Yayasan 1 Kelurahan Sei Buah Palembang harus berurusan dengan pihak kepolisian. Itu karena dia merampok dan mengancam karyawan di salah satu minimarket Jalan RE Martadinata Lorong Satria Kecamatan IT 2 Palembang, Senin (7/5).

Kapolsek IT 2, Kompol Milwani melalui Kanit Reskrim Ipda Andrian Novalezi menyatakan, dalam melancarkan aksinya,  pelaku berhasil membawa uang Rp500 ribu dan mengambil  paksa 8 bungkus rokok.

“Mulanya ia masuk ke salah satu minimarket Jl RE Martadinata. Karena dilihatnya sepi, pelaku langsung mengacungkan pedang ke para karyawan. Setelah menakuti korban pelaku pun merampas uang Rp500 ribu beserta 8 bungkus rokok. Selesai beraksi pelaku pun kabur. Tak lama kemudian, karyawan minimarket melapor kepada kami. Dengan cepat kami pun berhasil meringkus pelaku yang masih di sekitaran daerah tersebut,” ungkapnya, Senin (7/5).

Menurutnya Kanit, aksi perampokan ini hanya di lakukan pelaku sendirian dan tak ada pihak lain.  “Aksi perampokan ini murni  hanya dilakukannya sendiri. Kini tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek IT 2 untuk dilakukan proses hukum. Dengan kasus ini pelaku dikenai pasal 365 KUHP,” tegasnya.

Sementara, Hendra mengakui bahwa dirinya melakukan perbuatan tersebut lantaran membutuhkan uang untuk membayar kreditan leasing. “Saya terpaksa melakukan ini. Soalnya saya butuh uang untuk bayar kredit leasing. Karena kepepet jadi saya melakukan ini,” akunya dengan menyesal.

Ia pun mengakui bahwa waktu itu sedang dalam keadaan  hujan deras. Menurutnya di sana ada 4 orang karyawan. Ia mengancam para karyawan tersebut dengan pedang. Tujuannya agar para karyawan tersebut takut.

Masih kata pelaku, ketika karyawan mulai takut ia pun memerintahkan mereka untuk mengambil uang di dalam kasir, lalu memasukkannya ke dalam plastik. Setelah itu ia pun mengambil 8 bungkus rokok tersebut kemudian meninggalkan TKP seperti tanpa dosa. “Betul begitu kejadiannya. Saya bawa pedang niatnya cuma untuk menakuti para karyawan biar saya tidak terancam,” pungkasnya. (sri)